Tanjungpinang — Kesultanan Bentan Darul Masyhur kembali menggelar Anugerah Darjah Kebesaran Diraja Bentan Darul Masyhur Tahun 2025 sebagai upaya merawat tradisi adat Melayu sekaligus memperluas jejaring kolaborasi ekonomi. Kegiatan ini berlangsung di Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu (20/12).
Pemangku Diraja Bentan, YAM Tunku Muhammad Amin Ash-Syahalambillah, menegaskan bahwa penganugerahan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang telah dilaksanakan sejak kepemimpinan Datuk Huzrin Hood.
“Ini adalah bentuk penghormatan Kesultanan kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di berbagai bidang,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, setiap gelar kehormatan yang disematkan telah melalui mekanisme pengesahan sesuai nilai dan ketentuan adat Kesultanan Bentan.
“Gelar bukan sekadar simbol, tetapi amanah adat. Karena itu, prosesnya kami jaga agar tetap berlandaskan nilai-nilai luhur Kesultanan,” kata Tunku Muhammad Amin.
Para penerima juga memperoleh piagam dan sertifikat resmi sebagai legitimasi adat.
Pada prosesi tahun ini, empat tokoh dianugerahi gelar Datuk, sementara sejumlah lainnya menerima tanda jasa atas dedikasi dan kiprah mereka.
Salah satu penerima penghargaan jasa adalah Datuk Sri Haris Lambe, personel Kepolisian Daerah Kepulauan Riau yang juga aktif di sektor usaha dan bisnis.
Selain prosesi adat, rangkaian kegiatan turut diisi dengan forum business matching yang mempertemukan pemangku kepentingan daerah dengan calon investor. Investor yang hadir berasal dari Tiongkok, Singapura, Malaysia, serta dari dalam negeri.
“Kami ingin adat menjadi pintu masuk membangun kepercayaan dan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” ujar Tunku Muhammad Amin.
Lebih dari 10 investor tercatat mengikuti agenda tersebut, termasuk tujuh investor asal Tiongkok. Sekitar 13 Datuk juga hadir, menegaskan kuatnya sinergi antara nilai adat, jejaring sosial, dan peluang investasi yang dibangun melalui Kesultanan Bentan Darul Masyhur. (kev)




Tinggalkan Balasan