Tanjungpinang – Belum dimulai, Bazar Imlek di kawasan Street Food, Jalan Merdeka, Kota Tanjungpinang yang direncanakan digelar pada 16 Januari hingga 15 Februari 2026, sudah muncul polemik antara salah satu pengelola bazar dengan pihak panitia Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tanjungpinang-Bintan.

Polemik ini muncul akibat perubahan skema tenant tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Salah satu pengelola bazar menilai perubahan tersebut dilakukan tanpa koordinasi yang matang, sehingga menimbulkan ketidakpuasan.

Selain itu, muncul dugaan bahwa pihak penyelenggara tidak bersikap netral dalam pelaksanaan bazar. Salah satu sorotan utama adalah penunjukan Ketua Panitia Bazar Tahun Baru Imlek 2577/2026, Alay Immanuel. Ketua panitia itu diduga dipilih secara sepihak, tanpa melibatkan pengelola bazar.

“Penunjukan ketua panitia dari PSMTI ke PSMTI itu sendiri tanpa koordinasi dengan kami selaku pengelola bazar,” tegas salah satu pengelola bazar kepada ulasfakta, Kamis, 8 Januari 2026.

Ia juga menuturkan kebingungannya setelah ketua panitia itu menyebutkan bahwa seluruh pengelola bazar wajib mengikuti aturan dan denah yang ditetapkan PSMTI.

Dua skema Bazar Imlek 2577/2026 berbeda. Kiri skema pengelola, dan kanan skema dari PSMTI Tanjungpinang-Bintan. Foto: ist

“Yang ikut pelaksanaan Bazar Imlek harus ikut aturan dan denah yang PSMTI buat dan terapkan,” ujarnya menirukan pernyataan Ketua Panitia Bazar Tahun Baru Imlek 2577/2026, Alay Immanuel.

Meski demikian, para pengelola bazar menegaskan mereka tidak menolak aturan penyelenggara asal tidak merubah skema seperti di tahun sebelumnya. Selain itu, pengelola ini meminta agar stan yang sudah ditetapkan tidak dipindah secara sepihak.

“Kami tetap ikut aturan, tapi jangan memindahkan stan kami dari tempat semula,” tegasnya.

Pengelola bazar menilai polemik ini seharusnya bisa dihindari, mengingat pelaksanaan bazar pada tahun-tahun sebelumnya relatif kondusif.

“Dulu, tahun sebelum PSMTI ditunjuk sebagai penyelenggara, kami tidak pernah ribut. Ini justru muncul setelah PSMTI menjadi penyelenggara. Tahun lalu pun sempat ada persoalan,” tambahnya.

Ketua Panitia Bazar Tahun Baru Imlek 2577/2026 dari PSMTI, Alay Immanuel, enggan menanggapi sejumlah persoalan tersebut ketika ditanya.

“Hari ini saya tidak mau berkomentar. Kita akan undang media ke PSMTI dan jelaskan lebih detail,” katanya dijumpai di salah satu kedai kopi di Jalan Bakar Batu, Tanjungpinang, malam.