Ulasfakta.co – Penertiban tambang pasir ilegal di wilayah Kecamatan Gunung Kijang oleh Polres Bintan mendapat respons tegas dari aktivis lingkungan yang juga mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Hermansyah.
Ia mendesak kepolisian mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas perusakan lingkungan tersebut. Di sisi lain, Hermansyah mengapresiasi langkah cepat Polres Bintan yang memasang garis polisi dan melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi tambang pasir ilegal, seperti Galang Batang, Kampung Banjar, Nikoi, dan Malang Rapat.
Namun ia menilai penertiban itu tidak boleh berhenti di razia semata. “Penertiban ini langkah baik, tetapi tidak boleh berhenti sampai di situ. Aparat harus mengusut tuntas jaringan penambangan pasir ilegal, mulai dari pekerja di lapangan hingga pemodal dan aktor intelektualnya,” ujarnya, Kamis, 4 Desember 2025.
Hermansyah juga menyoroti potensi keterlibatan oknum yang diduga membiarkan aktivitas tambang ilegal berlangsung. Ia menegaskan bahwa penindakan harus dilakukan objektif dan tanpa pandang bulu.

“Jika ada oknum yang terbukti ‘main mata’ atau membiarkan kegiatan ini, Polres Bintan wajib menindak tegas. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Bila aparat terlibat, sanksinya harus lebih berat karena mereka mengkhianati amanah negara,” kata dia.
Sebagai mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan, Hermansyah menilai kerusakan akibat tambang pasir ilegal memiliki dampak ekologis jangka panjang, mulai dari erosi, kerusakan struktur tanah, penurunan kualitas ekosistem, hingga ancaman terhadap kawasan pesisir yang sensitif.
“Kerusakan tambang pasir ilegal tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi dapat merusak ruang hidup yang seharusnya diwariskan kepada anak-cucu. Ini ancaman serius terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Hermansyah mendorong pemerintah daerah, aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat untuk mengawasi proses pemulihan lingkungan di bekas lokasi tambang agar tidak menjadi sumber bahaya di kemudian hari.
“Lingkungan adalah titipan generasi mendatang. Jangan sampai keserakahan segelintir orang hari ini merampas masa depan anak-cucu kita,” tutupnya.





Tinggalkan Balasan