Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Tanjungpinang dan Pulau Bintan untuk mewaspadai puncak musim hujan yang diprakirakan terjadi pada April dan November.
Meski demikian, hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga Mei 2026. Peringatan itu disampaikan Prakirawan Cuaca BMKG Kota Tanjungpinang, Muhammad Fadris, saat ditemui di Komplek Perkantoran Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, Rabu, 28 Januari 2026.
Menurut Fadris, Pulau Bintan memiliki karakteristik iklim hujan sepanjang tahun. Kondisi tersebut menyebabkan curah hujan di wilayah ini relatif lebih tinggi dibandingkan sebagian besar daerah lain di Indonesia.
Namun, pada Januari 2026, curah hujan di Tanjungpinang dan Pulau Bintan tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh pergerakan angin musim Asia yang bergerak dari wilayah utara Benua Asia menuju selatan mendekati ekuator.

“Pergerakan angin ini membawa uap air. Ditambah posisi matahari yang berada di belahan bumi selatan, wilayah sekitar ekuator seperti Pulau Bintan cenderung mengalami kondisi yang lebih dingin,” kata Fadris.
Ia menambahkan, hingga Mei mendatang, kondisi cuaca di Pulau Bintan masih dipengaruhi oleh pola iklim tahunan. Berdasarkan data klimatologi BMKG, wilayah ini mengalami dua kali puncak musim hujan dalam setahun, yakni pada April dan November.
“Pada periode tersebut, potensi peningkatan curah hujan perlu diwaspadai,” ujarnya.
Adapun kepastian waktu dan intensitas hujan secara lebih rinci masih terus diperbarui. Fadris mengatakan BMKG akan menyampaikan informasi terkini melalui prakiraan cuaca dan peringatan dini secara berkala.
“Kami akan terus memberikan pembaruan sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer,” katanya.
(kev)





Tinggalkan Balasan