Ulasfakta-Tanjungpinang – Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Fajri Hasan dan Rifqi Luthfi Rezanda, meluncurkan gagasan Program Mahasiswa Bergizi Gratis (MBG) yang akan dijadikan sebagai program kerja unggulan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMRAH pada periode kepengurusan mendatang.

Program Mahasiswa Bergizi Gratis ini terinspirasi dari konsep pemenuhan gizi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks kemahasiswaan UMRAH, program ini dirancang secara adaptif dengan mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa, kondisi sosial, serta kemampuan organisasi kemahasiswaan.

Peluncuran perdana program MBG dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di salah satu rumah makan mitra yang ditunjuk. Pada tahap awal ini, peluncuran perdana dikhususkan bagi relawan Fajri–Rifqi yang telah menggunakan hak pilihnya, dengan mekanisme menunjukkan bukti telah memilih sebagai syarat penerimaan program.

Calon Presiden Mahasiswa UMRAH, Fajri Hasan, menyampaikan bahwa peluncuran perdana ini merupakan bentuk apresiasi terhadap relawan yang telah berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi kampus.

“Relawan adalah bagian penting dari demokrasi mahasiswa. Peluncuran perdana ini kami dedikasikan sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan kontribusi mereka,” ujar Fajri.

Sementara itu, Calon Wakil Presiden Mahasiswa, Rifqi Luthfi Rezanda, menegaskan bahwa mekanisme tersebut bersifat teknis pada tahap awal dan akan terus dievaluasi.

“Tahap awal ini menjadi percontohan. Ke depan, Program Mahasiswa Bergizi Gratis akan dikembangkan secara lebih luas, terstruktur, dan berkelanjutan sebagai kebijakan kesejahteraan mahasiswa BEM UMRAH,” jelas Rifqi.

Lebih jauh, pasangan Fajri–Rifqi menegaskan bahwa peluncuran MBG di lingkungan kampus juga dimaksudkan sebagai pesan moral dan akademik kepada pemerintah pusat, agar mahasiswa turut dipertimbangkan sebagai salah satu kelompok penerima manfaat dalam kebijakan Makan Bergizi Gratis secara nasional.

Menurut mereka, mahasiswa merupakan kelompok strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, namun tidak sedikit yang berada dalam kondisi ekonomi rentan dan membutuhkan dukungan pemenuhan gizi agar dapat menjalankan aktivitas akademik secara optimal.

“Melalui ikhtiar kecil di tingkat kampus ini, kami ingin mengetuk pintu hati pemerintah pusat agar melihat mahasiswa sebagai bagian dari kelompok yang layak mendapatkan perhatian dalam program pemenuhan gizi nasional,” tambah Rifqi.

Program Mahasiswa Bergizi Gratis juga dirancang dengan melibatkan relawan mahasiswa serta menjalin kemitraan dengan rumah makan lokal, sehingga selain memberikan manfaat langsung kepada mahasiswa, program ini turut mendorong pemberdayaan pelaku usaha di sekitar kampus.

Melalui program ini, pasangan Fajri–Rifqi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan BEM UMRAH yang responsif, berpihak, dan berorientasi pada kesejahteraan nyata mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih inklusif terhadap mahasiswa di tingkat nasional.