Tanjungpinang – Distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Adi Sucipto, Tanjungpinang Timur, dihentikan sementara akibat kekosongan tenaga ahli gizi yang menjadi syarat utama operasional dapur MBG.
SPPG Adi Sucipto berlokasi di Kilometer 11, Jalan Adi Sucipto Nomor 49, 50, dan 51, RT 03/RW 10, Kelurahan Kilometer 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Koordinator MBG SMK Negeri 4 Tanjungpinang, Samsuri, mengatakan penghentian sementara dilakukan setelah tenaga ahli gizi yang bertugas mengundurkan diri sejak awal pekan ini. Padahal, pihak pengelola telah menerima pemberitahuan sebelumnya agar segera menyiapkan pengganti.
“Ahli gizi kami mengundurkan diri sejak Senin. Sebenarnya sudah ada pemberitahuan sekitar tiga minggu sebelumnya untuk menyiapkan pengganti, namun hingga saat ini belum tersedia, sehingga operasional dapur MBG terpaksa dihentikan sementara,” ujar Samsuri, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menegaskan, keberadaan tenaga ahli gizi merupakan ketentuan mutlak dari pusat agar dapur MBG dapat beroperasi dan mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
“Tanpa ahli gizi, distribusi MBG tidak bisa dilakukan. Itu menjadi syarat utama operasional,” katanya.
Akibat penghentian sementara tersebut, sejumlah sekolah di wilayah Tanjungpinang Timur terdampak. Samsuri menyebut beberapa sekolah jenjang SD dan TK yang selama ini menerima layanan MBG dari SPPG Adi Sucipto untuk sementara tidak mendapatkan distribusi.
Pihak pengelola pun mengimbau para siswa agar kembali membawa bekal dari rumah hingga program MBG dapat dijalankan kembali.
“Kami mengimbau anak-anak untuk sementara membawa bekal sendiri seperti biasa, sambil menunggu informasi lanjutan kapan MBG kembali berjalan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Adi Sucipto, Andrey Elfajrin Zakarian, menyampaikan bahwa selain menunggu ketersediaan tenaga ahli gizi, pihaknya juga tengah melakukan perbaikan pada sejumlah fasilitas dapur.
“Ada perbaikan di beberapa bagian, terutama di area belakang dan ruang pencucian. Perbaikan dilakukan secara bergantian selama tujuh hari kerja,” jelas Andrey.
Ia menargetkan, apabila tidak ada kendala, operasional SPPG Adi Sucipto dapat kembali berjalan pada 11 Februari 2026.
“Jika semua berjalan lancar, dapur MBG ditargetkan kembali beroperasi pada tanggal tersebut,” tuturnya.
Andrey menambahkan, SPPG Adi Sucipto melayani tujuh sekolah dan satu fasilitas layanan kesehatan dengan total penerima manfaat sekitar 2.900 orang. Penerima terbanyak berasal dari SMK Negeri 4 Tanjungpinang sebanyak 1.112 siswa, disusul SD Negeri 015 sebanyak 733 siswa, dan SD Negeri 010 sebanyak 676 siswa.
Selain itu, penerima MBG juga berasal dari SDI Manarul sebanyak 77 siswa, Al-Hakim sebanyak 97 siswa, Al-Kautsar sebanyak 89 siswa, serta Miftahul Ulum sebanyak 55 siswa. Untuk layanan kesehatan, Posyandu Delima melayani 61 penerima manfaat yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
(kev)





Tinggalkan Balasan