Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) memasang status kewaspadaan terhadap ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 yang berlanjut hingga Ramadan dan Idulfitri.
Langkah ini ditempuh untuk mencegah kelangkaan dan gejolak harga pangan di daerah kepulauan tersebut.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan pemerintah daerah tidak ingin momentum besar seperti Nataru menjadi titik rawan terganggunya pasokan bahan pokok. Ketergantungan Kepri terhadap distribusi antardaerah membuat stabilitas pasokan menjadi krusial.
“Pemerintah provinsi sudah berkoordinasi agar jangan sampai Nataru terjadi kelangkaan. Distribusi pasokan harus tetap terjaga,” kata Nyanyang, Sabtu (13/12/2025) kemarin.
Menurut dia, pengawasan dilakukan di seluruh kabupaten dan kota, termasuk wilayah kepulauan seperti Natuna, Anambas, dan Lingga, hingga Batam, Karimun, dan Tanjungpinang. Pemerintah menggandeng berbagai instansi untuk memastikan jalur distribusi berjalan tanpa hambatan.
“Kami berkoordinasi dengan Bea Cukai dan dinas terkait. Kesiapan stok di Bulog dan ketahanan pangan terus dimonitor,” ungkapnya.
Hingga kini, sambung Nyanyang, harga bahan pokok masih relatif stabil dan terus dikawal bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Namun, pemerintah mencermati potensi pengetatan pasokan pada sejumlah komoditas, terutama ayam dan daging.
Pemprov Kepri telah melakukan pembahasan dengan dinas perdagangan serta pertanian pangan untuk mengantisipasi gangguan distribusi.
“Ini tidak boleh sampai menghambat aktivitas masyarakat,” katanya.
Nyanyang juga mengakui bencana di sejumlah daerah pemasok di Sumatera sempat memberi dampak kecil terhadap pasokan. Sebagai antisipasi, pemerintah provinsi menjalin kerja sama dengan Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan telur, daging, dan sayuran.
“Kesiapan pangan tidak hanya untuk Nataru, tetapi juga puasa dan lebaran. Semua harus disiapkan dari sekarang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Nyanyang menegaskan peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada publik. Ia berharap media dapat menghadirkan pemberitaan yang berkualitas dan adaptif dalam mendukung pembangunan daerah.
(kev)





Tinggalkan Balasan