Tanjungpinang – Selama lima tahun terakhir, nama Aipda Zulhamsyah tak pernah jauh dari panggung kerja sosial di Kota Tanjungpinang.
Anggota Polresta Tanjungpinang ini dikenal sebagai penggagas gerakan Razia Perut Lapar (RPL), aksi berbagi beras, nasi kotak, dan jajanan bagi warga kurang mampu.
Gerakan itu bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga menginspirasi sesama anggota kepolisian.
Kini, Zulhamsyah melangkah ke babak baru. Ia dinyatakan lulus Sidang Akhir Seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 55 dan 56.
Dari 215 anggota Polda Kepulauan Riau yang mengikuti seleksi, hanya 66 orang yang lolos dan berhak melanjutkan pendidikan perwira pada awal 2026.
“Alhamdulillah. Nama saya termasuk yang lulus,” kata Zulhamsyah saat dihubungi, Selasa malam, 30 Desember 2025.
Ia menegaskan, capaian tersebut tak lepas dari doa dan dukungan banyak pihak. “Tanpa doa masyarakat, mungkin saya tidak sampai di tahap ini,” ujarnya.
Zulhamsyah dikenal luas sebagai polisi yang konsisten menjalankan kerja-kerja sosial. Sejak 2021, ia menginisiasi Razia Perut Lapar dan menggandeng berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh agama.
Kegiatan itu rutin dilakukan dan disebarluaskan melalui media sosial serta media arus utama.
Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Basyarudin, menilai kiprah Zulhamsyah menjadi contoh positif di tubuh Polri.
“Konsisten berbuat baik dan menolong sesama adalah doa terbaik. Semoga ini memotivasi anggota Polri lainnya untuk terus peduli,” kata dia.
Apresiasi juga datang dari pimpinan kepolisian daerah. Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin memberikan dukungan moral atas dedikasi Zulhamsyah.
Pada November 2025, ia bahkan memberangkatkan Zulhamsyah untuk menunaikan ibadah umrah sebagai bentuk penghargaan.
Menutup wawancara, Zulhamsyah menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi.
“Kejarlah doa dari banyak orang, karena kita tak pernah tahu doa siapa yang dikabulkan,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Kepri, Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Hamam Wahyudi, serta rekan-rekan media yang selama ini mendukung kegiatannya.
Memasuki 2026, Zulhamsyah berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi.
“Bersedekah adalah doa terbaik,” katanya.





Tinggalkan Balasan