Tanjungpinang – Menjelang akhir 2025, Kota Tanjungpinang kembali dihadapkan pada potensi tersendatnya distribusi bahan kebutuhan pokok akibat cuaca hidrologi yang mulai ekstrem.

Angin kencang dan gelombang tinggi disebut menjadi faktor yang mempengaruhi kelancaran pasokan ke wilayah pesisir.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Hamam Wahyudi, menegaskan situasi ini harus diantisipasi serius, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Memasuki Desember 2025, cuaca hidrologi sangat berpengaruh pada proses pemasokan kebutuhan pokok di Tanjungpinang,” ujarnya usai menghadiri Pembukaan Pelatihan Muballigh/Muballighah Persiapan Ramadan 1447 H di salah satu hotel, Jumat, 12 Desember 2025.

Hamam mengatakan hasil evaluasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Bulog menunjukkan stok kebutuhan pokok masih mencukupi untuk dua hingga tiga bulan ke depan.

Namun ia menekankan Satgas Pangan tetap melakukan pengawasan ketat, terutama terhadap potensi penimbunan oleh spekulan.

“Yang perlu dijaga itu para spekulan. Mereka yang berpotensi menimbun atau melakukan penyimpangan. Selama masa Natal nanti, kami terus memantau apakah ada penyimpangan atau tidak,” kata dia.

Menurut Hamam, sejumlah keluhan masyarakat terkait kekosongan barang di toko bukan disebabkan kelangkaan, melainkan keterlambatan ekspedisi.

“Keterlambatan terjadi dari pihak pengiriman. Cuaca akhir tahun sangat mempengaruhi. Tapi kebutuhan utama seperti beras masih aman,” ujarnya.

Selain pengawasan distribusi pangan, Polresta Tanjungpinang juga mulai menyiapkan pengamanan Nataru. Pos-pos pelayanan dan pengawasan akan ditempatkan di sejumlah titik vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Ini agenda tahunan. Kami akan maksimalkan pengamanan, terutama di pelabuhan, bandara, dan pusat keramaian. Titik-titiknya sedang kami rancang dan akan disesuaikan dengan dinamika lapangan,” tutur Hamam.

Ia menambahkan, lokasi detail pengamanan akan ditetapkan setelah rapat koordinasi jajaran. “Semua berdasarkan peta kerawanan. Itu yang menjadi dasar kami,” tuturnya.

(kev)