
Ulasfakta-Jakarta, 15 Juli 2025 – Dalam rangka penguatan kolaborasi pembangunan ekonomi hijau pada rencana kawasan strategis (KSN) Bukit Batabuh, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Riau melakukan penandatanganan kontrak kerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)
Dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Pertanian Universitas Riau, Dr. Ahmad Rifai, S.P.,MP di dampingi oleh tiga orang tim RIMBA Project yang terdiri dari team leader Arya Arismaya Metananda, S.Hut., M.Si serta dua orang anggota tim yakni Zulhamid Ridho, SP., M.Si dan M. Rasyid Hamidi, SP. Penandatanganan kontrak kerjasama dilaksanakan bersama Dirjen Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Dr. Ir. Suyus Windayana, M.App.Sc
Menurut Dr. Ahmad Rifai, SP.,MP kerjasama ini menjadi momentum penting sebagai bentuk implementasi kolaborasi berdampak, karena akan dilakukan kajian valuasi jasa ekosistem sebagai sumber pendapatan alternatif berbasis ekonomi hijau dalam areal Bukit Batabuh. Hal ini menjadi penting dalam perumusan pembangunan ekonomi hijau yang efektif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Harapannya kegiatan koridor RIMBA ini mampu melestarikan kawasan satwa dan menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan dengan mengedepankan pengembangan ekonomi hijau, terutama melalui jasa ekosistem” Ujar Dr. Ir. Suyus Windayana
Dalam prosesi ini Dr. Ahmad Rifai, S.P.,MP juga menyampaikan “Riau merupakan daerah yang sedang trend budaya pacu jalur, dimana masyarakat memiliki ketergantungan dengan kayu jalur yang panjangnya 40-50 meter perkembangan kelapa sawit di Riau juga berkembang di desa tanpa bantuan PIR dan KKPA.”
Ungkapan tersebut dilanjutkan dengan “Fakultas Pertanian Universitas Riau dengan sumber daya yang ada siap untuk memberikan solusi terkait permasalahan hutan dan permukiman ” ujar Dr. Ahmad Rifai, SP.,MP usai prosesi penandatanganan kontrak kerjasama.
Melalui kerjasama ini Fakultas Pertanian Universitas Riau menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan teknis maupun akademik dalam pelaksanaan kerja sama. Dengan sinergi yang terbangun, diharapkan kerjasama yang dijalin mampu menjadi model percontohan dalam menyelesaikan isu-isu agraria dengan pendekatan lintas disiplin dan berbasis masyarakat.




Tinggalkan Balasan