Tanjungpinang – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Tanjungpinang menerapkan standar ketat keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi pelajar aman dan memenuhi kebutuhan gizi.

Proses pengolahan hingga distribusi makanan terpusat di dapur operasional SPPG Polresta Tanjungpinang di Jalan Rumah Sakit, Kelurahan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Senin, 26 Januari 2026.

Kepala SPPG Polresta Tanjungpinang, Ghiva Renjana Hadi, mengatakan setiap tahapan produksi makanan berada di bawah pengawasan tim ahli gizi dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Tanjungpinang.

“Sebelum didistribusikan, makanan diperiksa secara menyeluruh, mulai dari uji organoleptik, warna, aroma, rasa dan tekstur, hingga uji cepat untuk memastikan tidak ada kandungan zat berbahaya,” kata Ghiva.

Ia menjelaskan, rapid test dilakukan untuk mendeteksi zat kimia berbahaya seperti nitrit, sianida, arsen, dan formalin. Selain itu, tim juga memantau potensi cemaran bakteri patogen, di antaranya Escherichia coli dan Salmonella.

Menurut Ghiva, dapur pengolahan SPPG Polresta Tanjungpinang dirancang dengan standar sanitasi tinggi. Seluruh area dijaga steril untuk mencegah kontaminasi silang selama proses memasak.

Dalam tahap distribusi, makanan dikemas menggunakan wadah food grade kedap udara dan diangkut dengan kendaraan logistik tertutup milik Polri.

“Pengemasan dan distribusi ini penting untuk menjaga suhu makanan serta melindunginya dari debu dan polusi,” ujarnya.

Ghiva menegaskan, seluruh tahapan produksi makanan melalui inspeksi internal secara berkala untuk memastikan standar gizi nasional yang ditetapkan pemerintah terpenuhi.

“Tujuan utamanya adalah mencegah risiko keracunan makanan sekaligus mendukung kesehatan anak-anak sekolah. Ini bentuk komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” katanya.

Ia berharap sistem keamanan pangan yang diterapkan SPPG Polresta Tanjungpinang dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam pelaksanaan program makan gratis.

“Dengan pengawasan medis dan ketepatan nutrisi, program ini diharapkan mampu menekan angka stunting serta meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa di Kota Tanjungpinang,” katanya.

(kev)