Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengapresiasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Angkasa Pura Indonesia melalui InJourney Airports Peduli Disabilitas. Program tersebut dinilai tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi masyarakat penerima manfaat.

Apresiasi itu disampaikan Lis usai menghadiri penyerahan simbolis bantuan CSR PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah di Aula Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Senin, 19 Januari 2026.

Lis mengatakan program CSR Angkasa Pura mencerminkan kolaborasi positif antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat.

“Kami berterima kasih atas kolaborasi ini. Program CSR seperti ini penting karena manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Lis.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut sempat tertunda pada tahun sebelumnya karena perusahaan memprioritaskan penanganan kebencanaan. Namun, realisasi pada tahun ini dinilai tepat sasaran karena menyentuh kebutuhan riil penerima manfaat.

“Bantuan ini digunakan sehari-hari dan sangat dibutuhkan masyarakat, berbeda dengan pembangunan fisik yang tidak selalu dimanfaatkan setiap waktu,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang Mohamad Setiadi Dermawan mengatakan program InJourney Airports Peduli Disabilitas merupakan inisiatif kantor pusat sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang atas dukungannya. Program ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada masyarakat,” kata Setiadi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-242 Kota Tanjungpinang yang diperingati pada 6 Januari 2026.

Dalam kegiatan itu, PT Angkasa Pura Indonesia menyalurkan ratusan buku Braille, kacamata baca, serta alat bantu bagi penyandang disabilitas. Bantuan tersebut meliputi lebih dari 300 buku Braille, ratusan kacamata baca, serta empat unit kaki palsu.

Selain bantuan sosial, Setiadi menegaskan Angkasa Pura Indonesia juga berkomitmen mengembangkan layanan bandara yang ramah bagi penyandang disabilitas.

“Program ini akan berlanjut. Untuk 2026, kami mengusulkan program lanjutan dengan prinsip yang sama, tepat sasaran dan tepat manfaat,” ujarnya.

(kev)