Ulasfakta – Sebanyak 28 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ihsan Bintan mengikuti prosesi wisuda tahfiz Al-Qur’an yang berlangsung khidmat di Hotel Awandari Resort pada Sabtu, 31 Mei 2025. Para santri ini berhasil menghafal Al-Qur’an dengan capaian beragam, mulai dari 2 hingga 30 juz, dan mendapat apresiasi dari para orang tua, pengurus pesantren, serta tamu undangan yang hadir.
Pimpinan Ponpes Al Ihsan, Maulana Fathurrahman, mengungkapkan rasa haru dan bangga atas pencapaian para santri yang telah melalui proses panjang dan penuh dedikasi dalam menghafal kitab suci.
“Ini bukan sekadar seremoni, tapi tonggak penting dalam perjalanan spiritual dan akademik mereka. Kami harap, ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti pada hafalan, tapi juga menjadi pedoman hidup dan kebermanfaatan bagi umat,” ujarnya, Selasa (3/6/2025).
Maulana juga menegaskan bahwa wisuda ini menjadi simbol keberhasilan pesantren dalam membentuk karakter dan mental generasi Qur’ani yang kuat, berakhlak, dan siap bersaing dalam kehidupan global.
Ponpes Al Ihsan Bintan sendiri terus berbenah dari sisi kualitas pendidikan maupun fasilitas. Pesantren ini menjadi salah satu yang terdepan di Kepri, dengan kelengkapan sarana olahraga seperti lapangan sepak bola, badminton, voli, tenis meja, hingga kolam renang—yang disebut sebagai satu-satunya di lingkungan pesantren wilayah tersebut. Kenyamanan belajar pun diperhatikan, dengan kamar santri yang telah dilengkapi pendingin udara.
Ketua Komite Ponpes Al Ihsan, Robby Patria, turut hadir dalam acara dan memberikan apresiasi atas dedikasi para santri dan para pendidik. Ia menyoroti keunggulan sistem pendidikan di Al Ihsan yang memadukan dua kurikulum: keislaman dan pendidikan nasional.
“Ini menjadi nilai lebih bagi santri. Mereka tidak hanya dibekali ilmu agama, tapi juga wawasan umum yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Robby yang juga merupakan dosen di FKIP UMRAH.
Robby menyebut, lulusan Al Ihsan telah berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai pesantren ternama di luar daerah. Bagi santri yang ingin melanjutkan di tingkat Madrasah Aliyah (MA), pesantren juga menyediakan pendidikan lanjutan di dalam lembaga yang sama.
Wisuda tahfiz ini menjadi momen penuh inspirasi, sekaligus pengingat bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai agama tetap relevan dan dibutuhkan untuk membentuk karakter bangsa yang unggul dan bermartabat.




Tinggalkan Balasan