Tanjungpinang – Penutupan akses Jalan Merdeka–Teuku Umar selama pelaksanaan bazar di Kawasan Kota Tua Tanjungpinang menuai keluhan. Pengguna jalan dan Pedagang menilai penutupan dilakukan sebelum waktunya dan tanpa kejelasan mekanisme.
Biasanya, jalan ditutup menggunakan cross barrier sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, dalam beberapa hari terakhir, penutupan justru dilakukan lebih awal, sekitar pukul 13.30 dan ada pula yang menyebut 14.00 WIB.
Pantauan di lokasi, Selasa, 20 Januari 2026, sejumlah pedagang mengaku kesulitan menjalankan aktivitas usaha. Penutupan jalan sejak siang hari menghambat proses bongkar muat barang, terutama bagi pedagang yang menggunakan kendaraan.
“Biasanya dari Dishub katanya jam empat sore (16.00 WIB) baru ditutup. Tapi ini jam setengah dua siang (13.30 WIB) sudah ditutup. Bagaimana orang mau turun dan beraktivitas?” tegas seorang pedagang di lokasi.
Ia mengatakan banyak pedagang berasal dari luar kawasan dan harus menggunakan mobil untuk menurunkan barang dagangan. Dengan jalan yang sudah ditutup sejak siang, mereka terpaksa memutar jauh untuk mencari akses masuk.
“Pedagang banyak yang drop barang pakai mobil. Harusnya bisa diatur, misalnya sebelah dulu yang ditutup. Jam tiga atau jam empat baru ditutup semua. Ini langsung ditutup. Apakah mereka takut tidak terkejar atau bagaimana, kami juga tidak tahu,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari pengguna jalan. Seorang warga mengaku terhambat saat hendak menuju kawasan perbankan di sekitar lokasi bazar.

“Saya mau ke Bank Riau, tapi jam dua siang jalan sudah ditutup. Penutupan jalan itu ada aturannya. Harus ada surat permohonan, balasan dari Dinas Perhubungan, dan pemberitahuan dari Satlantas. Seperti kemarin di Bintan Center, itu jelas. Kalau begini kesannya seperti suka-suka,” tegasnya.
Menurut dia, kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas perbankan yang masih beroperasi hingga sore hari. Penutupan jalan lebih awal dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.
“Di situ banyak bank. Pelayanan biasanya tutup sekitar jam tiga sore atau lewat sedikit. Aktivitas masyarakat jelas terganggu. Tapi kalau diprotes, nanti dibilang tidak suka atau punya kepentingan. Padahal tidak ada sama sekali,” ujarnya.
Petugas keamanan salah satu bank di sekitar lokasi membenarkan penutupan jalan dilakukan lebih cepat dalam beberapa hari terakhir.
“Iya, dari beberapa hari ini sekitar jam dua atau lewat jam dua jalan sudah ditutup,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua Panitia Bazar Tahun Baru Imlek 2577/2026 dari PSMTI, Alay Immanuel, belum memberikan penjelasan terkait waktu penutupan jalan maupun dasar pertimbangan kebijakan tersebut ketika dikonfirmasi ulasfakta.co
(kev)





Tinggalkan Balasan