Kepala Diskop dan UKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi.

ULASFAKTA-TANJUNGPINANG – UMKM di Kepulauan Riau tidak hanya berperan dalam perputaran ekonomi, tetapi juga dalam penciptaan lapangan kerja. Data internal Dinas UMKM Kepri menunjukkan sektor ini menyerap lebih dari 60 persen tenaga kerja non-formal di daerah.

Kepala Dinas UMKM Kepri, Riki Rionaldi, menilai kontribusi tersebut sangat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kelas menengah dan bawah.

“UMKM adalah penyelamat ekonomi rakyat. Saat sektor formal melambat, usaha mikro tetap bergerak,” ujarnya.

Sebagian besar tenaga kerja terserap pada sektor kuliner, perdagangan kecil, serta usaha jasa seperti percetakan, bengkel, dan usaha kreatif berbasis digital.

Riki menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama agar produktivitas usaha meningkat dan pendapatan pekerja lebih stabil.

“Kalau kualitas SDM naik, daya saing usaha juga ikut meningkat. Ini efek berantai bagi ekonomi daerah,” jelasnya.