Bintan – Aktivitas arus mudik di Pelabuhan ASDP Tanjunguban menuju Telaga Punggur, Batam, masih terpantau lengang meski Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah semakin dekat. Jumlah kendaraan dan penumpang yang menyeberang belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut terlihat di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Senin (16/3/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan area antrean kendaraan di blok A, B, C, dan D pelabuhan masih sepi. Bahkan menjelang keberangkatan kapal terakhir yang tersisa sekitar 20 menit lagi, hanya terlihat dua hingga tiga kendaraan yang menunggu giliran untuk naik ke kapal.
Situasi serupa terlihat sejak pagi hingga sore hari, di mana aktivitas penumpang dan kendaraan yang hendak menyeberang menuju Batam masih relatif normal.
Supervisi ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin, mengatakan hingga saat ini arus mudik masih berjalan seperti hari biasa dan belum terjadi lonjakan penumpang.
“Untuk melayani penumpang dari Tanjunguban menuju Telaga Punggur, Batam, kami menyiapkan 13 trip penyeberangan setiap hari,” ujar Ainul.
Ia menjelaskan kapal penyeberangan jenis Ro-Ro mulai beroperasi sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Saat ini belum ada penambahan jadwal perjalanan karena jumlah penumpang masih dalam kondisi normal.
“Sejauh ini belum ada penambahan trip karena lonjakan penumpang belum terjadi. Ada empat kapal yang beroperasi setiap hari,” katanya.
Berdasarkan data sementara, rata-rata jumlah penumpang yang menyeberang dari Tanjunguban menuju Telaga Punggur berkisar 500 hingga 600 orang per hari. Sementara kendaraan roda dua sekitar 400 hingga 600 unit dan kendaraan roda empat sekitar 200 hingga 300 unit.
“Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjelang puncak arus mudik, biasanya sekitar H-2 Idul Fitri,” jelasnya.
Ainul juga mengimbau masyarakat yang akan menyeberang agar membeli tiket lebih awal untuk menghindari antrean di pelabuhan.
“Kami mengimbau calon penumpang untuk memesan tiket beberapa jam sebelum keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membeli tiket melalui jalur resmi.
“Jangan membeli tiket melalui calo. Tiket penyeberangan wajib dibeli secara online melalui laman trip.ferizy.com,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang calon penumpang, Agata, mengaku senang karena kondisi arus mudik tahun ini tidak sepadat tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, saya sudah beberapa kali bolak-balik dari Tanjunguban ke Batam dan sejauh ini perjalanan aman dan lancar,” ujarnya.
Ia mengatakan hari ini bersama keluarganya berangkat ke Batam untuk berkumpul dengan keluarga besar.
“Kami membawa mobil supaya lebih mudah beraktivitas selama di Batam dan bisa bepergian kapan saja,” tutupnya.




Tinggalkan Balasan