Bintan – Fasilitas air mancur yang terletak di Kolam Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, dibangun dengan anggaran sekitar Rp12 miliar. Namun, fasilitas tersebut kini tidak lagi berfungsi dan terbengkalai hingga saat ini.
Air Mancur Tasek Gemilang di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau yang sempat menjadi ikon di kawasan Kijang Kota itu tampak mengalami kerusakan.
Kondisinya memprihatinkan karena belum terlihat adanya langkah perbaikan ataupun tindakan lanjutan dari pemerintah daerah.
Koordinator Daerah Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Kerakyatan Kepulauan Riau (BEM SI Kerakyatan wilayah Kepri), Randi Febriandi, menyayangkan kondisi tersebut.
Menurut dia, fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar seharusnya dapat dirawat dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

“Sangat disayangkan ketika fasilitas yang dibangun dengan menghabiskan anggaran miliaran rupiah hanya dinikmati sesaat, lalu terbengkalai begitu saja hingga sekarang. Ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah,” tegas Randi beberapa hari lalu.
Randi juga mempertanyakan respons Bupati Bintan, Roby Kurniawan, terkait kondisi fasilitas tersebut. Ia menilai pemerintah daerah perlu menjelaskan apakah sudah ada laporan mengenai kerusakan air mancur itu.
“Apakah sudah ada laporan yang sampai kepada bupati terkait kerusakan dan terbengkalainya fasilitas ini? Jika sudah ada, mengapa belum ada tindak lanjut untuk melakukan perbaikan hingga saat ini?” kata dia.
Ia menambahkan, air mancur tersebut sebelumnya menjadi daya tarik bagi masyarakat yang datang ke kawasan Kolam Kijang.
Jika diperbaiki dan difungsikan kembali, fasilitas itu dinilai dapat meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus memberi dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar lokasi.
“Jangan hanya antusias saat pembangunan saja. Ketika terjadi kerusakan seperti ini, jangan dibiarkan terbengkalai tanpa perbaikan,” tegas Randi lagi.
(isk)





Tinggalkan Balasan