Tanjungpinang – Dewan Pimpinan Daerah Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 Provinsi Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Plaza Hotel Tanjungpinang, Sabtu, 17 Januari 2026.
Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus pemilihan kepengurusan baru. Musda dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Sardison, anggota DPRD Kota Tanjungpinang Dewa Bahagia, serta jajaran pengurus BMK 1957 tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
Mewakili Gubernur Kepri, Sardison mengapresiasi penyelenggaraan Musda BMK 1957 Kepri. Ia menyebut Musda sebagai bagian penting dari proses demokrasi internal organisasi kepemudaan.
“Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik pelaksanaan Musyawarah Daerah DPD Barisan Muda Kosgoro 1957 Provinsi Kepri dan mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musda ini,” kata Sardison dalam sambutannya.
Ia berharap Musda mampu menghasilkan ketua dan jajaran pengurus baru DPD BMK 1957 Kepri, termasuk pengurus DPC BMK 1957 di Tanjungpinang, Bintan, dan Kabupaten Kepulauan Anambas, yang dapat menjalankan program kerja secara optimal.
“Semoga program kerja ke depan berjalan sesuai harapan serta mampu menjaga marwah dan martabat organisasi,” ujarnya.
Sardison juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif selama Musda berlangsung. Menurut dia, dinamika dan persaingan merupakan hal wajar selama tetap berada dalam koridor musyawarah dan mufakat.
“Persaingan dalam Musda adalah hal yang wajar, namun harus menjunjung tinggi etika dan nilai organisasi, tanpa menimbulkan konflik maupun sengketa di kemudian hari,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengurus terpilih diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menghidupkan semangat pengabdian, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kolaborasi tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga dunia usaha, sektor ekonomi, dan seluruh komponen masyarakat,” kata Sardison.
Ketua Umum DPP Barisan Muda Kosgoro, Kermas Ilham Akbar, menekankan pentingnya menjaga soliditas dan sinergi organisasi setelah Musda. Menurut dia, perbedaan pilihan dalam forum musyawarah tidak boleh memecah persatuan kader.
Kermas menilai BMK harus menjadi organisasi yang aktif sepanjang waktu, bukan sekadar simbol yang muncul menjelang Musda. Ia mendorong kader menjadikan BMK sebagai ruang aktualisasi dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kerja nyata melalui program yang terukur, kreatif, dan bermanfaat bagi kader maupun masyarakat. Kepercayaan dari senior, pemangku kepentingan, dan mitra strategis, kata dia, hanya lahir dari dedikasi dan konsistensi kerja.
Menurut Kermas, tujuan akhir BMK adalah melahirkan kader pemimpin masa depan Partai Golkar. Ia mengingatkan Kosgoro merupakan salah satu organisasi pendiri Golkar, sehingga kader BMK memiliki tanggung jawab ideologis menyalurkan aspirasi politik melalui Partai Golkar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Barisan Muda Kosgoro 1957 menegaskan Musda merupakan bagian dari mekanisme konsolidasi dan kaderisasi organisasi yang wajib dilaksanakan secara berjenjang.
“Kalau ada yang mengatakan Barisan Muda Kosgoro adalah Golkar, itu benar, karena aspirasi politik kita disalurkan ke Partai Golkar,” ujarnya.
Menurut dia, BMK 1957 berperan strategis sebagai wadah kaderisasi utama di lingkungan Kosgoro sekaligus menjadi cikal bakal lahirnya pemimpin muda di Kosgoro dan Partai Golkar, hingga tingkat nasional.
“Kader-kader BMK yang hari ini berproses, lima tahun ke depan merekalah yang akan memimpin Kosgoro,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap struktur dan hierarki organisasi, termasuk kewajiban mengikuti pendidikan dan pelatihan kaderisasi Partai Golkar.
“Pemimpin organisasi bukan hanya memberi perintah, tetapi harus mampu melayani pengurus dan memberi dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya.
Musda BMK 1957 Kepri dinilai menjadi momentum strategis untuk menjawab tantangan kepemudaan ke depan, termasuk menghadapi generasi Z dan perkembangan teknologi digital, dengan tetap menanamkan nilai ideologi kebangsaan, nasionalisme, dan Tri Dharma Kosgoro.
(kev)




Tinggalkan Balasan