Tanjungpinang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan selama periode arus mudik hingga Lebaran 2026 umumnya didominasi cuaca cerah hingga berawan.
Prakirawan Cuaca BMKG Tanjungpinang, Vivi Putrima Ardah, mengatakan potensi hujan tetap ada, namun masih bersifat lokal atau tidak merata.
“Secara umum kondisi cuaca masih didominasi cerah hingga berawan. Namun tetap ada potensi hujan, terutama di wilayah Kabupaten Bintan pada siang hari, meskipun masih dalam skala lokal,” ujar Vivi saat dikonfirmasi, Sabtu, (7/3/2026).
Meski demikian, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Hal ini disebabkan dinamika atmosfer di wilayah Kepulauan Riau yang dapat berubah dengan cepat.
“Potensi cuaca seperti hujan lebat, angin kencang, atau badai petir tetap ada karena kondisi atmosfer yang dinamis dan bisa berubah dengan cepat,” jelasnya.
Dari sisi kondisi perairan, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut di wilayah Tanjungpinang dan Bintan masih berada dalam kategori aman untuk aktivitas pelayaran selama periode mudik Lebaran.
Menurut Vivi, tinggi gelombang di perairan Tanjungpinang diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah. Sementara di wilayah perairan Bintan diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 2,5 meter, yang masuk kategori rendah hingga sedang.
“Secara umum kondisi perairan masih cukup kondusif untuk aktivitas transportasi laut,” katanya.
BMKG juga terus memantau perkembangan cuaca untuk mendukung keselamatan transportasi, baik laut maupun udara, selama arus mudik Lebaran. Pemantauan dilakukan bersama sejumlah pihak terkait yang tergabung dalam posko-posko di beberapa pelabuhan di wilayah Tanjungpinang dan Bintan.
“Jika terdapat potensi cuaca yang dapat mengganggu kelancaran maupun keselamatan arus mudik, informasi akan kami sampaikan secara cepat, tepat, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, untuk sektor penerbangan, kondisi cuaca di wilayah Tanjungpinang dan Bintan diperkirakan masih cukup kondusif. Meski demikian, potensi pertumbuhan awan tebal yang dapat memicu hujan lebat tetap perlu diwaspadai.
“Untuk operasional penerbangan secara umum masih kondusif. Potensi gangguan cuaca tetap ada, namun tidak signifikan sehingga operasional penerbangan masih dapat terkendali,” kata Vivi.
BMKG juga mengingatkan masyarakat dan pemudik agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang secara tiba-tiba.
“Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh pertumbuhan awan konvektif, khususnya awan Cumulonimbus yang dapat menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” ujarnya.
Dalam beberapa hari terakhir, tren cuaca di wilayah Tanjungpinang dan Bintan juga masih didominasi kondisi cerah hingga berawan, dengan potensi hujan ringan yang bersifat lokal, terutama pada siang hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak mendukung.
“Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui aplikasi InfoBMKG atau melalui laman resmi BMKG,” pungkasnya.
(Kev)





Tinggalkan Balasan