Tanjungpinang – Banjir rob yang menggenangi kawasan Kilometer 5 Kota Tanjungpinang, mendapat tanggapan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang.
Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, menjelaskan bahwa banjir tersebut berkaitan dengan pasang air laut tinggi yang telah diprediksi sebelumnya oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Seperti perkiraan BMKG dan telah disampaikan melalui peringatan dini, wilayah pesisir Provinsi Kepulauan Riau akan terdampak rob atau air laut pasang tinggi,” kata Yamin melalui pesan WhatsApp kepada ulasfakta, Kamis, 8 Januari, 2026.
Ia menjelaskan, fenomena tersebut dipicu oleh fase perigee, yakni kondisi saat posisi bulan berada lebih dekat dengan bumi, yang bersamaan dengan fase bulan purnama. Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut secara signifikan.
“Akibat fenomena perigee dan bulan purnama ini, pesisir Kota Tanjungpinang juga terdampak air pasang laut,” ujarnya.

Yamin turut menyertakan surat edaran BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam yang berisi Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob) yang berlaku pada 1 hingga 9 Januari 2026.
Dalam surat edaran tersebut, BMKG menyebutkan bahwa wilayah pesisir Kota Tanjungpinang, khususnya Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari, berpotensi terdampak rob akibat peningkatan ketinggian muka air laut.
BPBD Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim dan beraktivitas di wilayah pesisir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi air laut pasang selama periode tersebut.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, khususnya saat air laut pasang tinggi,” tutup Yamin.
(kev)





Tinggalkan Balasan