Ulasfakta – Seorang pemuda berusia 23 tahun bernama Kresna Tryalfari ditemukan tewas tergantung di pohon dekat kawasan Waduk Kolong Enam, Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Polisi menduga kuat motif bunuh diri dipicu oleh persoalan utang.
Dugaan tersebut mencuat setelah aparat kepolisian menelusuri isi percakapan di aplikasi WhatsApp di ponsel milik korban. Percakapan itu menunjukkan bahwa Kresna memiliki sejumlah utang dengan beberapa pihak.
“Dari hasil pengecekan HP korban, ada percakapan yang mengindikasikan dia punya utang. Informasi ini juga diperkuat oleh keterangan dari pihak keluarga,” ujar Ipda Daeng Salamun, Perwira Unit 3 Reskrim Polsek Bintan Timur, Rabu (11/6/2025).
Aplikasi Game dan Trading Ditemukan di Ponsel Korban
Selain percakapan soal utang, pihak kepolisian juga menemukan dua aplikasi mencurigakan di ponsel Android korban, yakni aplikasi game dan aplikasi trading. Namun, polisi masih menelusuri apakah kedua aplikasi ini berhubungan langsung dengan permasalahan utang korban.
“Memang ada aplikasi game dan trading yang terpasang di handphone korban. Tapi masih kami dalami, apakah aplikasi itu menjadi faktor penyebab utang,” jelas Daeng.
Hasil Visum: Tak Ada Tanda Kekerasan
Hasil pemeriksaan medis dari RSUD Bintan mengonfirmasi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh Kresna. Namun, terdapat sejumlah kondisi yang kerap dijumpai pada kasus gantung diri.
“Dokter menemukan lidah korban tergigit dan ada cairan sperma keluar dari kemaluannya. Ini lazim terjadi dalam kasus gantung diri,” ungkap Daeng Salamun.
Meski polisi membuka opsi untuk autopsi guna memastikan penyebab kematian secara menyeluruh, pihak keluarga memilih untuk menolak prosedur tersebut. Jenazah korban pun telah dibawa pulang ke rumah duka untuk proses pemakaman.
Hingga saat ini, penyidik Polsek Bintan Timur masih melanjutkan proses pendalaman untuk mengungkap secara pasti faktor-faktor yang melatarbelakangi tindakan nekat yang dilakukan Kresna.
“Kami akan terus selidiki apakah ada tekanan ekonomi, jeratan pinjaman online, atau unsur lainnya yang turut memicu peristiwa tragis ini,” pungkas Daeng.




Tinggalkan Balasan