Ulasfakta.co – Generasi muda Batam kembali diperkuat imunitasnya terhadap ancaman narkoba. Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD-IWO) Kota Batam menggelar sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi siswa SMP Negeri 20 Tiban Koperasi, Sekupang, Jumat pagi, 28 November 2025.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan kehadiran tiga unsur: Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Henri Arulan, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Batam, serta pengurus IWO Batam.

Guru Diminta Jadi Teladan

Dalam sambutannya, Henri menekankan peran guru dalam membentuk karakter siswa. Ia meminta para pendidik menjauhi perilaku perundungan, terutama dalam bentuk ucapan yang merendahkan.

“Perilaku kita menjadi cermin bagi anak-anak. Stop menyebut siswa dengan kata-kata tidak pantas seperti ‘bodoh’ atau ‘miskin’. Itu melukai mental mereka. Jadilah teladan,” ujar Henri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada IWO Batam atas konsistensi mereka dalam memberikan edukasi antinarkoba.

“Program ini mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi emas yang bersih dari narkoba,” katanya.

BNNK Siap Dukung Penuh

Kepala SMPN 20 Tiban Koperasi, Tengku Fetty Aryanti, menyebut sosialisasi P4GN penting untuk membentengi siswa dari bahaya narkoba.

“Edukasi sejak dini adalah keharusan. Terima kasih kepada IWO yang telah membantu sekolah memberikan bekal ini kepada siswa,” ujarnya.

Dari BNNK Batam, Khaerina Fatihma Khairuddin menegaskan dukungan penuh lembaganya terhadap inisiatif IWO.

“Ini aksi nyata memutus mata rantai narkoba. Kami siap mendukung setiap program P4GN yang dijalankan IWO Batam,” kata Khaerina.

Target 211 Sekolah

Ketua Tim Sosialisasi P4GN sekaligus Wakil Ketua IWO Batam, Ernala Ginting, menyebut sosialisasi di SMPN 20 merupakan langkah kedua dari program besar yang tengah digarap.

“Target kami menjangkau 211 sekolah negeri dan swasta di Batam. IWO berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat benteng pertahanan generasi muda dari ancaman narkoba,” ujar Ernala.

Kegiatan ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi antara sekolah, pemerintah, BNNK, dan unsur pers dapat mempercepat terwujudnya lingkungan pendidikan yang bebas narkoba.