Tanjungpinang — Kapolresta Tanjungpinang Indra Ranu Dikarta mengikuti analisa dan evaluasi (anev) situasi kamtibmas serta monitoring pelayanan Idul Fitri 1447 Hijriah secara virtual dari kawasan wisata Vihara Patung Seribu.

Kegiatan digelar di Vihara Patung Seribu, Jalan Asia Afrika, Kota Tanjungpinang, Selasa (24/03/2026), dan diikuti unsur Forkopimda serta jajaran instansi terkait.

Turut hadir di antaranya Dandim 0315 Tanjungpinang Abdul Hamid, Danlanudal Tanjungpinang Tatang Yanuar Ristanto, perwakilan Danlanud RHF Mayor Kristian Tedja Giri, serta pejabat utama Polresta Tanjungpinang.

Anev diawali dengan paparan jajaran Polda terkait perkembangan situasi kamtibmas dan pelayanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri, khususnya di titik-titik keramaian seperti objek wisata.

Dalam arahannya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan Operasi Ketupat merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan negara kepada masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran.

“Operasi Ketupat adalah wujud nyata pelayanan pemerintah kepada masyarakat, sehingga pelaksanaannya harus benar-benar optimal,” tegasnya.

Kapolri juga menyoroti pentingnya rekayasa lalu lintas oleh Korlantas Polri untuk mengurai kepadatan arus balik yang mulai meningkat.

Selain itu, ia meminta seluruh jajaran menyiapkan fasilitas kesehatan darurat, khususnya di rest area, guna mengantisipasi kondisi darurat bagi pemudik.

“Pelayanan harus maksimal, termasuk di lokasi wisata dan kawasan perairan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi,” ujarnya.

Ia turut mengapresiasi kinerja seluruh personel yang dinilai mampu menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama rangkaian Operasi Ketupat berlangsung.

Sementara itu, Kapolresta Tanjungpinang menegaskan pentingnya memperkuat sinergi lintas instansi dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah.

“Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antar instansi dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di Kota Tanjungpinang,” ujar Indra.

Anev ini menjadi bagian dari upaya pengawasan dan pengendalian situasi kamtibmas selama momentum Idul Fitri, terutama di kawasan wisata yang mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.