Bintan — Krisis air bersih yang melanda Kabupaten Bintan lebih dari satu bulan memaksa pemerintah daerah bergerak cepat, tidak hanya menyalurkan bantuan air, tetapi juga menyiapkan solusi darurat hingga jangka panjang.
Langkah itu dilakukan Pemkab Bintan dengan memetakan sumber air baku sekaligus menyiapkan pembangunan sumur bor di wilayah terdampak, Selasa (31/3/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengatakan, pemerintah saat ini fokus pada dua hal, yakni penanganan cepat kebutuhan air warga dan penyusunan langkah strategis untuk mengantisipasi krisis serupa ke depan.
“Prinsipnya solusi tercepat kita upayakan, minimal memenuhi kebutuhan air masyarakat. Hari ini kita cek sumber air baku yang ada, kita petakan langkah strategis untuk antisipasi jangka panjang,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Bintan akan membangun sumur bor beserta penampungannya di tiga titik yang terdampak kekeringan akibat berhentinya operasional SPAM IKK SKL.
Tiga wilayah tersebut berada di Kelurahan Tanjung Permai, Kelurahan Teluk Lobam, dan Desa Teluk Sasah.
“Sudah kami laporkan ke Bupati dan langsung disetujui. Target kami, dua pekan ke depan sumur bor sudah bisa beroperasi,” kata Ronny.
Selama proses pembangunan berlangsung, distribusi air bersih masih terus dilakukan oleh OPD terkait, dibantu pihak BIIE, dengan menyasar langsung permukiman warga yang terdampak.
Sumur bor yang dibangun nantinya akan menjadi sumber air bersih yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam, dengan titik distribusi sementara ditempatkan di kantor lurah dan kantor desa masing-masing wilayah.
Pemkab juga membuka kemungkinan penambahan titik baru jika kebutuhan di lapangan terus meningkat, terutama bagi warga yang berada jauh dari lokasi sumur bor utama.
Di sisi lain, langkah ini juga diiringi dengan kajian lebih lanjut terkait sumber air baku untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang.
Salah satu yang mulai dilirik adalah potensi waduk di Kampung Limau, Desa Busung, yang secara teknis dinilai memenuhi standar sebagai sumber air baku SPAM.
“Tim akan turun melakukan survei dan kajian ilmiah. Kita pastikan solusi yang diambil benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Respons positif datang dari warga. Mereka menilai langkah cepat pemerintah menjadi harapan di tengah krisis air yang belum mereda.
“Ini langkah yang baik. Paling tidak pemerintah sudah berusaha membantu warga yang terdampak,” kata Ridwan, warga Bintan.
Ia berharap ke depan pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan solusi permanen agar krisis serupa tidak kembali terulang.





Tinggalkan Balasan