Tanjungpinang – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tanjungpinang menegaskan pentingnya eksistensi dan keterlibatan nyata pemuda dalam setiap proses pembangunan kota. Menurut mereka, partisipasi pemuda tidak boleh sekadar formalitas, melainkan harus terlibat aktif mulai perencanaan hingga implementasi kebijakan pemerintah.
Musrenbang digelar Pemerintah Kota Tanjungpinang di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, kantor Walikota Tanjungpinang. Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini menjadi forum resmi untuk menyelaraskan kebutuhan pemuda dengan kebijakan pembangunan daerah, sekaligus memastikan proses perencanaan berjalan partisipatif dan berkelanjutan. Forum dihadiri perangkat daerah, perwakilan elemen sosial, dan tokoh pemuda.
Wakil Ketua KNPI Tanjungpinang, Filemon Tambunan, mengatakan pihaknya mendukung penuh Musrenbang sebagai mekanisme demokratis. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah dan pemuda untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Musrenbang ini penting untuk menentukan arah pembangunan kepemudaan kota Tanjungpinang ke depan. Pemerintah terlihat serius mendorong pembangunan fasilitas dan kualitas kepemudaan yang lebih terarah,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Meski begitu, Filemon menekankan keterlibatan organisasi kepemudaan masih jauh dari optimal. Banyak kegiatan pemerintah yang menyentuh ranah pemuda, namun organisasi kepemudaan seperti OKP belum dilibatkan sejak awal dalam penyusunan rencana kerja.
“Jika pemuda hanya hadir dalam forum yang bersifat seremonial tapi tidak aktif dalam pelaksanaan, Musrenbang itu hanya sebatas kegiatan perencanaan saja,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti minimnya anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan kepemudaan, padahal Tanjungpinang mulai berkembang, ditandai meningkatnya aktivitas OKP dan bertambahnya jumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
“Kami ingin memperkuat Musrenbang. Pemuda harus dilibatkan sejak awal, didukung program dan anggaran yang memadai,” ujarnya.
Filemon berharap pemerintah kota membangun mekanisme perencanaan yang lebih inklusif dan membuka ruang keterlibatan organisasi kepemudaan secara transparan dan berkelanjutan.
Menurutnya, dengan penguatan partisipasi pemuda, pembangunan kepemudaan di Tanjungpinang tidak hanya berjalan formal, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan sosial dan masa depan generasi muda.
(kev)





Tinggalkan Balasan