Tanjungpinang – Koordinator Lapangan Bazar Ramadan Kurma, Said Ahmad Syukri, angkat bicara ihwal dinamika antara pedagang Zona C dan kegiatan bazar di Zona B kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang, yang terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026 malam.

Ia juga sekaligus menanggapi pemberitaan yang dimuat oleh beberapa media serta beredarnya informasi di media sosial terkait situasi antara pedagang Zona C dan kegiatan Bazar Ramadan Kurma di kawasan Tepi Laut (Zona B).

Said mengatakan, sejumlah pedagang dari Zona C mendatangi area yang bersebelahan dengan Zona B dengan membawa gerobak dan tenda. Mereka mengklaim sebagai pemilik lapak sebelumnya di lokasi tersebut.

“Situasi sempat memanas, namun dapat segera dikendalikan,” kata Said dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurut dia, aparat Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kepulauan Riau bersama unsur Polresta Tanjungpinang turun ke lokasi untuk memastikan kondisi tetap aman dan tertib.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Kepala Dinas Pariwisata Kepri juga hadir langsung berdialog dengan para pedagang guna menjaga suasana tetap kondusif.

Said menegaskan, sejak awal proses pendataan dan komunikasi dengan pedagang Zona C telah dilakukan secara terbuka sesuai arahan pemerintah daerah. Panitia dan koordinator lapangan, kata dia, terus membuka ruang musyawarah demi kepentingan bersama.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat bersama-sama menjaga Tanjungpinang tetap aman dan nyaman selama Ramadan.

Pernyataan ini, kata Said, disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait dinamika di kawasan Tepi Laut tersebut.

(isk)