Lingga — Pagi di perairan Kepulauan Riau selalu menyimpan cerita. Ketika matahari perlahan terbit di balik pulau-pulau kecil, sebuah kapal feri merapat dengan tenang di dermaga. Itulah Kapal Feri Lintas Kepri, moda transportasi laut yang sejak 2017 telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kabupaten Lingga.

Dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Kepri dengan dukungan Pemerintah Daerah, Lintas Kepri hadir sebagai jawaban atas kebutuhan konektivitas wilayah kepulauan. Di daerah yang lautnya lebih luas dari daratan, kehadiran transportasi laut yang aman, nyaman, dan konsisten bukan sekadar fasilitas, melainkan penopang utama kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Sejak pertama kali beroperasi, Lintas Kepri terus melayani lintasan antarpulau dengan komitmen pelayanan yang berkelanjutan. Di atas geladaknya, berbaur kisah pelajar yang mengejar pendidikan, pedagang kecil yang mencari penghidupan, aparatur yang menjalankan tugas, hingga keluarga yang menempuh perjalanan pulang kampung. Bagi warga Lingga, kapal ini bukan hanya alat angkut, tetapi penghubung harapan.

“Kalau Lintas Kepri berlayar, kami merasa tenang. Perjalanan jadi lebih pasti dan nyaman,” ungkap Riki salah seorang warga Lingga yang telah lama menggantungkan mobilitasnya pada layanan ini.

Rasa aman dan nyaman tersebut lahir dari pengelolaan yang profesional. BUP Kepri secara konsisten memastikan armada dalam kondisi layak, awak kapal bekerja sesuai standar keselamatan, serta pelayanan penumpang berjalan dengan baik.

Di saat yang sama, pemerintah daerah terus memberikan dukungan kebijakan dan koordinasi agar layanan transportasi laut tetap berpihak kepada masyarakat kepulauan.

Sinergi ini menghasilkan dampak nyata. Akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi menjadi lebih terbuka. Distribusi barang antarpulau berjalan lebih lancar, sementara mobilitas masyarakat tidak lagi dibayangi ketidakpastian.

Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL), Dimas Alparezi Bastian, menilai keberadaan Lintas Kepri sebagai simbol hadirnya negara di wilayah kepulauan. Menurutnya, apa yang dilakukan BUP Kepri bersama pemerintah daerah telah menjawab kebutuhan dasar masyarakat Lingga.

“Bagi kami masyarakat Lingga, Lintas Kepri bukan hanya kapal penumpang. Ia adalah penghubung mimpi, pendidikan, dan masa depan. Sejak dikelola oleh BUP Kepri dengan dukungan pemerintah daerah, masyarakat benar-benar merasakan kenyamanan dan kepastian mobilitas laut,” ujar Dimas.

Ia menambahkan, konsistensi pelayanan dan perhatian terhadap keselamatan menjadikan masyarakat kepulauan merasa diperhatikan dan dihargai.

“Ketika transportasi laut dikelola dengan baik, masyarakat kepulauan tidak merasa terpinggirkan. Inilah bentuk kehadiran negara yang nyata dan dirasakan langsung,” lanjutnya.

Lebih dari sekadar transportasi, Lintas Kepri juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal. Pelaku UMKM terbantu dalam mendistribusikan barang, aktivitas perdagangan antarpulau semakin hidup, dan roda perekonomian masyarakat Lingga bergerak lebih dinamis. Kondisi ini mempertegas peran strategis transportasi laut dalam pembangunan daerah kepulauan.

Di tengah tantangan cuaca laut dan dinamika operasional pelayaran, BUP Kepri bersama pemerintah daerah tetap menunjukkan komitmen menjaga kualitas layanan. Dedikasi awak kapal, perawatan armada yang berkelanjutan, serta peningkatan standar pelayanan menjadi fondasi utama kepercayaan masyarakat.

Hampir satu dekade berlalu, Lintas Kepri telah menjelma menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pengelola pelabuhan dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang berdampak nyata.

Ia mengajarkan bahwa pembangunan tidak selalu diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi dari konsistensi melayani masyarakat, terutama mereka yang hidup di wilayah kepulauan.

Selama ombak masih bergulung dan pulau-pulau tetap berjajar di perairan Kepulauan Riau, Lintas Kepri akan terus berlayar menjadi jembatan harapan, pengikat kebersamaan, dan saksi perjalanan masyarakat Kabupaten Lingga menuju masa depan yang lebih terhubung.