Ulasfakta – Yayasan Sangharama Bodhissatva menggelar lomba perahu naga di perairan sekitar Pelantar III, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kegiatan ini merupakan bagian dari ritual tahunan sembahyang keselamatan laut yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Tionghoa di wilayah tersebut.
Ketua panitia lomba, Joly, menjelaskan bahwa perlombaan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 7 Juni 2025, dan diikuti oleh empat tim. “Lomba ini merupakan bagian dari tradisi sembahyang keselamatan laut, sekaligus bentuk pelestarian budaya dan adat yang sudah dijalankan ratusan tahun oleh masyarakat Tionghoa,” ujarnya.
Menurut Joly, acara ini juga bertujuan mempererat hubungan antarwarga di Tanjungpinang. “Kami ingin kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, tidak hanya untuk masyarakat Tionghoa, tapi juga bagi seluruh etnis yang tinggal di kota ini. Semua masyarakat bisa menyaksikan dan menikmati kebersamaan,” tambahnya.
Selain lomba perahu naga, Yayasan Sangharama Bodhissatva juga mengadakan kegiatan sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan serta menggelar pentas seni.
“Kami berharap kegiatan tahunan ini bisa terus berlanjut dan menjadi ajang yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” kata Joly lagi.
Diana, salah satu penonton lomba, menyampaikan harapannya agar acara ini dapat menjadi daya tarik wisata. “Ini bukan hanya menghibur warga, tapi juga bisa menjadi potensi pariwisata. Semoga ke depan bisa dikenal lebih luas, bahkan oleh wisatawan mancanegara,” ujarnya.




Tinggalkan Balasan