– Jalan Kaki, Obor Menyala, Tradisi Sambut Idulfitri
Tanjungpinang – Persiapan pawai obor di KM 16, Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, telah rampung. Bupati Bintan dipastikan turun langsung berjalan bersama warga yang mengikuti kegiatan ini.
Informasi ini disampaikan Camat Toapaya, Ivan Golar Riady, saat dikonfirmasi, Rabu (18/03/2026).
Menurut Ivan, seluruh persiapan telah diatur, mulai rute, parkir, hingga pengamanan jalur pawai.
“Pawai ini start dari Kampung Simpangan, keliling kampung, keluar di gerbang Bambu Kuning di SPBU Batu 16, menuju Bundaran Kilometer 16, lalu kembali ke lapangan bola. Jarak tempuh hanya 1,6 kilometer dengan durasi sekitar 2 menit 20 detik,” ujar Ivan.
Sebanyak 13 masjid telah mendaftar mengikuti pawai jalan kaki ini. Peserta tidak hanya dari Kecamatan Toapaya, tetapi terbuka untuk umum dengan minimal peserta 30 orang.
“Estimasi peserta sekitar 700 sampai 800 orang, dan bisa bertambah karena beberapa belum daftar ulang,” tambah Ivan.
Total hadiah yang disiapkan sebesar Rp 10 juta, dengan juara pertama Rp 5 juta, juara kedua Rp 3 juta, dan juara ketiga Rp 2 juta.
Pihak panitia juga menyiapkan tiga lokasi parkir untuk mendukung kelancaran acara. Area pertama di gerbang Bambu Kuning untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kedua di Masjid Jami Al-Hidayah untuk DPRD, dan ketiga khusus untuk Bupati serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).
Ivan menegaskan, pawai akan dilaksanakan secara berjalan kaki menggunakan obor, dan peserta tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan.
“Arak-arak sambil membawa obor ini tradisi masyarakat Bintan menyambut momen penting, salah satunya Idulfitri setiap tahunnya,” kata Ivan.
Bagi pengguna jalan, panitia mengimbau untuk berhati-hati. Beberapa ruas yang akan ditutup sementara meliputi arah Tanjunguban, Kawal, Kijang (Lintas Timur), dan dari Tanjungpinang.
(kev)




Tinggalkan Balasan