Ulasfakta – Ribuan murid dari Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Kota Tanjungpinang memeriahkan Pawai Tarhib Ramadan 1446 H, Kamis (27/2), dengan semangat yang tidak hanya berfokus pada menyambut bulan suci, tetapi juga sebagai ajang edukasi keislaman dan kepedulian sosial.

Ketua JSIT Kota Tanjungpinang, Ahmad Syakir, menyebut bahwa pawai ini telah menjadi agenda tahunan sejak ia menjabat pada 2021. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada peserta didik sejak usia dini.

“Pawai ini bukan hanya bentuk suka cita menyambut Ramadan, tetapi juga edukasi bagi anak-anak agar memahami makna bulan suci serta menumbuhkan rasa syukur dan solidaritas sesama Muslim,” ujar Ahmad.

Rute pawai dimulai dari Lampu Merah Bintan Center hingga berakhir di Lapangan Dishub Batu 10, melewati beberapa titik strategis seperti Masjid Al Uswah dan Kedai Kopi Batu 10.

Selain euforia Ramadan, pawai tahun ini juga memiliki misi kemanusiaan. Para peserta yang terdiri dari murid PAUD hingga SMP IT membawa kotak donasi sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.

Staf Laznas Yakesma Kepri, Minda Nora Lubis, mengatakan bahwa pihaknya bersama 11 relawan turut serta dalam pawai untuk menggalang dana.

“Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa Ramadan adalah bulan berbagi. Donasi ini akan kami transfer ke kantor pusat di Jakarta sebelum disalurkan langsung ke Palestina,” jelasnya.

Para siswa pun tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Norma Sasmita, Kepala TK IT ACQIS Alam Raya, mengungkapkan bahwa murid-muridnya sudah melakukan persiapan selama dua minggu untuk menyambut pawai ini.

“Kami membuat poster, atribut, dan wali murid pun ikut serta mendampingi anak-anak berkeliling. Mereka begitu semangat karena pawai ini menjadi momen yang dinantikan setiap tahun,” katanya.

Sebelumnya, pawai tarhib Ramadan di Tanjungpinang biasa digelar di kawasan Tepi Laut, namun tahun ini lokasi dan rutenya disesuaikan agar lebih efektif.

Dengan adanya pawai ini, JSIT Tanjungpinang tidak hanya merayakan Ramadan, tetapi juga membentuk karakter anak-anak agar tumbuh dengan kesadaran akan nilai-nilai Islam dan kepedulian terhadap sesama.