Ulasfakta – Petani di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, mulai menjajal pendekatan baru dalam dunia pertanian. Tak lagi terpaku pada pola tanam tradisional di sawah basah, Kelompok Tani “Karya Tani Jaya” memulai uji coba penanaman padi Gogo di lahan kering yang berlokasi di Kampung Baru, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur.
Program ini digagas sebagai upaya diversifikasi hasil pertanian lokal. Ketua Kelompok Tani, Liana, mengatakan bahwa lahan yang digunakan untuk uji coba ini mencapai tiga hektare, tersebar di sejumlah titik milik anggota kelompok.
“Biasanya kami fokus menanam sayuran seperti cabai, timun, dan kacang panjang. Kali ini kami ingin mencoba sesuatu yang berbeda, yakni padi Gogo,” ujar Liana, Rabu (4/6/2025).
Bibit yang digunakan merupakan bantuan dari pemerintah daerah. Penanaman padi jenis Gogo—yang dikenal bisa tumbuh tanpa irigasi intensif seperti padi sawah—diharapkan menjadi solusi pertanian berkelanjutan di wilayah yang terbatas sumber air.
“Inisiatif ini kami lakukan sebagai percobaan awal. Harapannya, hasilnya bisa maksimal dan kami bisa panen seperti padi sawah,” kata Liana.
Di tempat terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, Supriono, mengapresiasi langkah kelompok tani tersebut. Ia menyebut bahwa saat ini luas total lahan tanam padi di Bintan mencapai 20 hektare, mencakup padi sawah dan padi Gogo.
“Pagi tadi kami panen di dua lokasi lain, masing-masing dua hektare, yakni di kawasan Poyotomo dan Kawal, Gunung Kijang,” jelas Supriono.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendukung setiap langkah produktif para petani, termasuk uji coba tanam di lahan non-irigasi sebagai bentuk kesiapan menghadapi tantangan ketahanan pangan.
“Program swasembada pangan lokal tak bisa berjalan tanpa semangat dan inovasi petani. Karena itu, kami dorong mereka terus mencoba dan berkembang,” tegasnya.




Tinggalkan Balasan