Ulasfakta – Di tengah ketidakpastian pembayaran gaji, para petugas kebersihan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya kembali bekerja setelah sempat melakukan aksi mogok selama sepekan. Dengan semangat menjaga kebersihan kota, mereka tetap mengangkut sampah di berbagai tempat pembuangan sementara (TPS) meski nasib hak mereka belum jelas.

Keputusan untuk kembali bekerja ini dilakukan setelah adanya pertemuan dengan Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, yang berjanji segera mengambil langkah terkait pembayaran gaji mereka dalam waktu dekat.

“Kami tetap bekerja sampai akhir bulan, walaupun gaji masih belum ada kejelasan,” ujar salah satu petugas kebersihan, Sabtu (1/3/2025).

Di tengah persoalan sampah yang menumpuk, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karimun turut turun tangan dengan mengerahkan satu unit alat berat jenis JCB, delapan dump truck, serta puluhan relawan untuk membantu membersihkan kota.

Sekretaris PMI Karimun, Dedy Herwahyudi, menegaskan bahwa aksi ini murni didanai oleh sumbangan pengurus PMI, tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah.

“Kami tahu kondisi APBD sedang tidak baik, sehingga seluruh biaya kegiatan ini berasal dari donasi internal PMI. Ini adalah bagian dari misi kemanusiaan, karena kami tidak ingin hak-hak masyarakat terganggu akibat permasalahan sampah yang terus menumpuk,” jelas Dedy.

Sementara itu, polemik gaji petugas kebersihan yang belum dibayarkan terus mendapat sorotan. DPRD Karimun telah mendesak Pemerintah Kabupaten Karimun agar segera menyelesaikan persoalan ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Di sisi lain, masyarakat berharap agar pemerintah dapat mencari solusi jangka panjang agar sistem pengelolaan sampah tidak lagi terganggu akibat kendala anggaran. Bagi warga, kebersihan kota adalah kebutuhan mendesak yang harus tetap terjaga, terlepas dari dinamika yang terjadi di internal pemerintah.