Tanjungpinang – Dugaan praktik klaim fiktif dalam program jaminan kesehatan kembali mencuat di Kota Tanjungpinang. Kali ini, isu tersebut menyeret sejumlah puskesmas serta rekanan pihak ketiga yang disebut-sebut tengah dalam proses pemeriksaan oleh jajaran Polda Kepulauan Riau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan manipulasi klaim layanan kesehatan kepada BPJS Kesehatan yang dilakukan melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), termasuk puskesmas di wilayah Tanjungpinang.

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aparat dari Polda Kepri telah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah tenaga kesehatan dan pihak manajemen puskesmas. Selain itu, pihak rekanan atau vendor yang diduga terlibat dalam pengelolaan administrasi klaim juga turut dimintai keterangan.

Pada Senin, 30 Maret 2026, aktivitas pemeriksaan terpantau berlangsung di lingkungan Polresta Tanjungpinang. Sejumlah kendaraan terlihat berjejer di area tersebut, diduga milik pihak-pihak yang memenuhi panggilan pemeriksaan.

Bahkan, satu unit mobil ambulans milik Puskesmas Sei Jang juga terlihat terparkir di halaman Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), memperkuat dugaan bahwa pemeriksaan turut menyasar fasilitas layanan kesehatan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Wamilik Mabel, membenarkan adanya aktivitas pemeriksaan di lokasi tersebut.

“Pemeriksaan dilakukan oleh orang Polda menggunakan ruangan Polresta Tanjungpinang,” ujarnya singkat.

Dugaan modus yang digunakan antara lain berupa pengajuan klaim layanan kesehatan yang tidak pernah dilakukan (fiktif), penggandaan data pasien, hingga mark-up layanan medis untuk meningkatkan nilai klaim yang dibayarkan oleh BPJS.

Jika terbukti, praktik ini berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah signifikan, mengingat sistem pembayaran kapitasi dan klaim BPJS yang berbasis layanan dan jumlah peserta terdaftar.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Polda Kepulauan Riau terkait detail pemeriksaan dan status hukum pihak-pihak yang diduga terlibat.

Redaksi masih berusaha konfirmasi kepada Pihak Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang guna memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan tersebut, termasuk langkah pengawasan dan evaluasi terhadap fasilitas layanan kesehatan di bawah kewenangannya.