Ulasfakta.co – Hari ini, 12 Januari 2024 adalah hari pertama rangkaian kegiatan Kunjungan Kenegaraan Bapak Presiden RI ke Hanoi, Vietnam setelah kunjungan sebelumnya di Manila, Filipina.

 

Rekan-rekan, Vietnam adalah mitra strategis Indonesia di Asia Tenggara. Selain sebagai sesama anggota ASEAN, Vietnam juga menjadi salah satu mitra perdagangan yang penting serta tujuan investasi Indonesia. Terdapat lebih dari 32 perusahaan Indonesia yang beroperasi di Vietnam. Selain itu, Vietnam juga merupakan mitra pengembangan kerja sama teknologi yang juga sangat penting.

 

Oleh karenanya kunjungan Bapak Presiden RI bersifat amat strategis, terutama dalam upaya kedua negara mencapai visi high income country pada 2045.

 

Rekan-rekan media yang saya hormati

 

Sebelum memulai rangkaian pertemuan pada hari ini, Bapak Presiden pada pagi hari tadi telah melakukan peletakan karangan bunga secara khidmat di Monument of National Heroes and Martyrs dan juga President Ho Chi Minh Mausoleum.

 

Bapak Presiden beserta rombongan terbatas kemudian melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Viet Nam, Vo Van Thuong, di Presidential Palace.

 

Di dalam pertemuan antara dua presiden ini, kedua pemimpin menyepakati untuk mengintensifkan kerja sama perdagangan untuk terus ditingkatkan, terutama target perdagangan, setelah target perdagangan USD 10 miliar yang seharusnya dicapai pada tahun 2023 telah tercapai pada tahun 2022.

 

Kedua pemimpin juga sepakat untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi. Dalam kaitan ini, Presiden Indonesia menyarankan agar tim dua negara menindaklanjuti dengan membuat rencana kerja sama detail dan konkret yang menguntungkan kedua belah pihak.

 

Rekan-rekan, beberapa hasil penting lainnya dari pertemuan antara dua presiden, antara lain:

 

Pertama, di bidang industri berdaya saing. Bapak Presiden menyambut baik komitmen investasi Perusahaan Viet Nam Vinfast guna mendukung Pembangunan ekosistem Electric Vehicles. Kedua pemimpin negara juga sepakat untuk terus berkolaborasi membangun ekosistem ekonomi digital, termasuk melalui keberadaan Perusahaan Unicorn Indonesia.

 

Hal kedua yang dibahas oleh kedua presiden adalah di bidang ketahanan pangan. Kedua presiden memiliki pandangan yang sama bahwa penguatan rantai pasok pangan adalah kunci untuk mencegah krisis pangan. Guna mewujudkan hal ini, keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama suplai bahan pokok termasuk ekspor produk ikan Indonesia ke Viet Nam.

 

Terakhir, Bapak Presiden menyampaikan apresiasi kepada Viet Nam atas dukungan selama Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun lalu serta menyepakati upaya bersama untuk mendukung Keketuaan Laos tahun ini. Kedua pemimpin juga sepakat untuk menjaga kesatuan dan sentralitas ASEAN dan membuat ASEAN terus mampu berkontribusi bagi perdamaian, kemakmuran Kawasan.

 

Seusai pertemuan, kedua pemimpin negara menyaksikan pengumuman deliverableskunjungan yaitu pertukaran dua MoU terkait yang pertama kerja sama Perikanan, yang kedua MoU Teknologi Informasi.

 

Setelah pertemuan, kedua presiden juga menyaksikan pertunjukkan pencak silat Indonesia oleh personel Kementerian Pertahanan Vietnam di Quan Ngua Sports Complex. Pencak silat telah ditumbuhkembangkan di Vietnam sejak 1989 hingga menghasilkan lebih dari 1000 atlet Vietnam.

 

Pertemuan kedua yang dilakukan Bapak Presiden hari ini adalah dengan Presiden Majelis Nasional Vietnam Vương Đình Huệ. Pertemuan membahas beberapa hal, antara lain:

 

Pertama, kerja sama energi terbarukan. Bapak Presiden meminta dukungan Parlemen Vietnam untuk mendorong realisasi kerja sama untuk mengakselerasi transisi energi dan mencapai kemandirian industri energi terbarukan. Hal ini termasuk rencana joint production antara Perusahaan Mobil Listrik Vietnam Vinfast dengan PT IBC.

 

Yang kedua, mengenai kerja sama perikanan, Bapak Presiden meminta dukungan parlemen Vietnam mengenai pentingnya kerja sama yang konkret dalam budidaya ikan dan melawan IUU Fishing melalui MoU Kerja Sama Perikanan yang tentunya di dalam implementasinya selalu mengedepankan hukum internasional dan tentunya hukum nasional masing-masing.

 

Yang ketiga, kerja sama antar parlemen. Bapak Presiden menyambut baik ditandatanganinya MoU Kerja Sama Antar Parlemen serta mengharapkan perkuatan kemitraan antar parlemen untuk memperkuat regulasi hilirisasi dan membangun kawasan yang damai dan stabil.

 

Rekan-rekan media yang saya hormati

 

Pertemuan terakhir Bapak Presiden hari ini adalah dengan Perdana Menteri Pham Minh Chinh. Beberapa hasil dari pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Chinh antara lain:

 

Yang pertama, di bidang perdagangan. Bapak Presiden & PM Chinh menyambut baik tercapainya target perdagangan USD 10 Miliar dan menindaklanjuti pembahasan dengan Presiden Vietnam pada pagi hari ini, Bapak Presiden & PM Chinh sepakat untuk terus meningkatkan perdagangan serta meningkatkan perluasan akses pasar dan pengurangan hambatan perdagangan. Untuk mencapai hal tersebut, kedua pemimpin menyampaikan bahwa target perdagangan ke depan adalah lebih tinggi dari USD 15 miliar pada tahun 2028.

 

Yang kedua, di bidang investasi. Bapak Presiden meminta dukungan Perdana Menteri Chinh untuk terus mendorong iklim investasi yang kondusif yang mengutamakan aspek pelindungan terhadap investor, termasuk tentunya di Vietnam adalah investor Indonesia.

 

Karena, sekali lagi, banyak sekali investor Indonesia yang sudah beroperasi di sini. Dan ini menunjukkan keberpihakan Bapak presiden terhadap para Investor Indonesia yang melakukan kegiatan di luar negeri.

 

Hal yang ketiga, yang dibahas oleh Presiden adalah di bidang ketahanan pangan.

 

Bapak Presiden dan Perdana Menteri Chinh sepakat untuk mendorong kerja sama pertanian melalui kerja sama komoditas pangan strategis termasuk penelitian, pengendalian mutu dan smart farming.

 

Yang keempat, mengenai kerja sama perikanan.

 

Bapak Presiden mengapresiasi atas meningkatnya ekspor sektor perikanan ke Vietnam hingga hampir dua kali lipat pada tahun 2022.

 

Bapak Presiden dan PM Chinh juga sepakat pentingnya upaya bersama untuk terus mendorong kolaborasi dan investasi termasuk untuk kemajuan industri perikanan dan upaya untuk pemberantasan IUU fishing. 

 

Hal kelima yang dibahas adalah kerja sama energi terbarukan.

 

Bapak Presiden dan Perdana Menteri Chinh sepakat bahwa kolaborasi antara negara ASEAN amat krusial untuk mencapai kemandirian di sektor ini.​

Dan yang terakhir, Bapak Presiden dan Perdana Menteri Chinh juga sepakat untuk terus bekerja sama menyelesaikan pekerjaan rumah ASEAN termasuk di dalam menyelesaikan krisis di Myanmar.

 

Rekan-rekan media yang saya hormati, 

 

Besok, 13 Januari 2024, Bapak Presiden akan melanjutkan rangkaian kunjungan dengan melakukan pertemuan pagi bersama PM Vietnam yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bisnis dengan pengusaha Vietnam dan Indonesia. Jadi beliau berdua akan bertemu pagi sebentar dan kemudian beliau berdua akan bertemu pengusaha Viet Nam dan Indonesia dan setelah itu, Presiden akan melakukan site visit ke pabrik mobil Listrik Viet Nam, Vinfast.

 

Demikian yang dapat saya sampaikan, rekan-rekan, dari Hanoi.

 

Terima kasih.

(Sumber. Kemelu RI)