ULASFAKTA-BUTON TENGAH – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menunjukkan keseriusan menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang dipusatkan di Markas Polres Buton Tengah, Selasa (24/2) pagi.

Apel dipimpin langsung oleh Bupati Buton Tengah dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, para kepala OPD, camat, lurah/kepala desa hingga kepala sekolah se-kabupaten. Kegiatan ini menjadi langkah awal memastikan Ramadan tahun ini berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan suci yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Ia menyoroti sejumlah potensi gangguan ketertiban yang kerap muncul setiap memasuki bulan puasa, khususnya yang melibatkan pemuda dan pelajar.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin momentum ibadah justru ternodai oleh aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Saya meminta kebiasaan yang tidak sesuai ajaran agama dihentikan, terutama ‘budaya joget’ yang berpotensi memicu kriminalitas dan peredaran minuman keras. Mari kita jaga suasana tetap kondusif,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga memberi peringatan keras terkait tawuran, balap liar, serta konvoi kendaraan yang tidak tertib di jalan raya. Menurutnya, aktivitas tersebut bukan hanya merusak ketenangan Ramadan, tetapi juga berisiko menimbulkan korban jiwa serta mengganggu pengguna jalan lainnya. Ia menekankan bahwa aparat tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran hukum yang terjadi.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan menyiapkan sejumlah langkah strategis. Upaya tersebut meliputi peningkatan patroli di titik-titik rawan, penegakan hukum secara tegas tanpa kompromi, penguatan sinergi lintas sektor, hingga penyuluhan persuasif kepada kalangan pemuda dan pelajar melalui sekolah maupun pemerintah desa. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan potensi gangguan kamtibmas sejak dini.

Pemkab Buton Tengah juga mengimbau peran aktif orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pihak sekolah untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda selama Ramadan.

Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang aman dan penuh ketenangan di tengah masyarakat.

Di akhir amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan positif yang bernilai ibadah dan sosial.

“Kita semua punya tanggung jawab. Mari salurkan energi ke hal yang bermanfaat seperti ibadah, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan bakti sosial. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Ramadan yang damai dan penuh berkah,” pungkasnya.