Tanjungpinang – Pernyataan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya, terkait penanganan bencana di Sumatera memantik reaksi keras dari tokoh masyarakat di Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Bidang Hukum Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Maskur Tilawahyu, menilai komentar Endipat dalam video viral yang menyindir pihak yang disebutnya “sok paling-paling” telah melukai perasaan masyarakat Melayu di Kepri.
“Beliau (Endipat) merusak nama baik Kepri. Sikapnya tidak mencerminkan adab dan adat orang Melayu Kepri,” ujar Maskur kepada wartawan, Rabu, 10 Desember 2025.
Maskur mengatakan masyarakat Kepri dikenal menjunjung tinggi adab, bahkan kepada tokoh yang tidak mereka kenal sekalipun. Menurut dia, masyarakat pernah memberikan dukungan politik kepada Endipat dengan sukarela.
“Ini dia pula yang menjelekkan nama baik Kepri,” tegasnya.
Ia menambahkan, musibah yang terjadi di Aceh dan Sumatra mengingatkan pada peristiwa tsunami Aceh. Saat itu, kata Maskur, masyarakat Kepri menggagas gerakan Aksi Masyarakat Kepri Peduli Aceh. Banyak relawan turun langsung membantu korban di lokasi bencana.
“Gerakan solidaritas yang beradab itu sudah lama dibangun. Masyarakat Kepri tidak akan tinggal diam jika saudara-saudara kita tertimpa musibah,” ujarnya.
Endipat sebelumnya menyinggung penggalangan dana yang viral dan berhasil mengumpulkan sekitar Rp 10 miliar. Meski tidak menyebut nama, publik menilai sindiran itu ditujukan kepada kreator konten Ferry Irwandi yang menghimpun donasi sebesar itu dalam 24 jam.
Menurut Endipat, angka tersebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran negara untuk penanganan bencana.
“Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar. Negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu, Bu. Jadi yang kayak gitu-gitu mohon jadi perhatian,” katanya menyampaikan pernyataan itu dalam rapat Komisi I DPR dengan Kementerian Komunikasi dan Digital pada Senin, 8 Desember 2025.





Tinggalkan Balasan