Ulasfakta – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Wagub Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menegaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Karimun tetap menjadi prioritas, meskipun kondisi anggaran sedang dalam tahap efisiensi. Komitmen ini ia sampaikan dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kepri, bersama Korem 033/WP dan Kodim 0317/TBK, Sabtu (15/3/2025).

Menurut Nyanyang, pembangunan infrastruktur di Karimun akan terus berjalan, baik melalui alokasi anggaran pemerintah maupun investasi swasta. Ia optimistis bahwa masuknya investasi ke daerah tersebut akan menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi lokal.

“Meskipun ada efisiensi anggaran, kami tetap berupaya melakukan pemerataan pembangunan, baik melalui kementerian maupun dari investor. Mudah-mudahan ini bisa menopang pertumbuhan ekonomi dan investasi di Karimun,” ujar Nyanyang.

Investasi Baru Siap Masuk ke Karimun

Dalam kesempatan itu, Nyanyang mengungkapkan bahwa beberapa investor sudah menunjukkan minat untuk menanamkan modal di Karimun, dan prosesnya diperkirakan mulai berjalan pada akhir 2025.

“Investasi ini diharapkan tidak hanya mendorong perekonomian daerah tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Karimun,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerataan pembangunan di Kepri tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan investasi, tetapi juga mencakup pendidikan dan kesehatan, yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Fokus Perbaikan Layanan Kesehatan di Kundur dan Moro

Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius Nyanyang adalah peningkatan fasilitas kesehatan di Pulau Kundur dan Moro. Ia menilai Rumah Sakit Tanjung Batu di Kundur dan Puskesmas Moro membutuhkan revitalisasi agar layanan kesehatan semakin optimal.

“Kami melihat fasilitas kesehatan di Kundur dan Moro perlu direvitalisasi agar pelayanan bagi masyarakat lebih maksimal,” kata Nyanyang.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Kepri berencana memberikan beasiswa khusus untuk dokter spesialis, guna mengatasi keterbatasan tenaga medis di daerah tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di daerah terpencil juga mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Salah satu caranya dengan menyediakan beasiswa bagi dokter-dokter spesialis agar mereka mau mengabdi di daerah,” tambahnya.

Komitmen Pemerataan Pembangunan

Pernyataan Nyanyang ini sekaligus menegaskan bahwa pemerataan pembangunan di Kepri tidak hanya terpusat di kota-kota besar seperti Batam dan Tanjungpinang, tetapi juga menjangkau daerah kepulauan seperti Karimun.

Dengan adanya dorongan pembangunan di berbagai sektor, diharapkan Karimun semakin berkembang sebagai pusat ekonomi dan investasi, serta masyarakatnya mendapatkan akses layanan publik yang lebih baik, terutama dalam bidang kesehatan.