Batam — Suasana penuh keakraban menyelimuti Gedung Nasional Belakang Padang, Kamis (23/10/2025), saat Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama Ketua RW, RT, tokoh agama, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kecamatan Belakang Padang.
Dalam sambutannya, Amsakar menekankan pentingnya silaturahmi sebagai budaya kepemimpinan yang harus hidup di semua tingkatan pemerintahan. Ia menyebut, komunikasi yang terjalin baik antara pemerintah dan masyarakat merupakan fondasi bagi terciptanya pembangunan yang harmonis dan berkelanjutan.
“Silaturahmi seperti ini adalah model baru yang saya harapkan tumbuh subur di berbagai level kepemimpinan, mulai dari RT, RW, lurah, hingga camat,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, peran pemimpin di tingkat akar rumput sangat penting dalam memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga. Dengan hubungan yang dekat dan terbuka, berbagai persoalan di masyarakat akan lebih mudah diselesaikan secara gotong royong.
“Kalau semua pimpinan rajin bersilaturahmi, Insya Allah persoalan sulit pun bisa diselesaikan dengan mudah,” ucapnya.
Lebih jauh, Amsakar menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang temu ramah, melainkan juga sarana bagi pemerintah untuk menyampaikan informasi terkini sekaligus mendengar langsung aspirasi masyarakat.
“Silaturahmi ini bukan hanya dari pemerintah ke masyarakat, tapi juga menjadi ruang dialog agar setiap masukan bisa ditindaklanjuti. Dengan begitu, kebijakan yang diambil betul-betul berangkat dari kebutuhan warga,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang diraih Pemerintah Kota Batam sepanjang delapan bulan terakhir. Berdasarkan data makro, Batam terus menunjukkan tren pertumbuhan positif di berbagai sektor.
Ia menyebut, realisasi investasi hingga triwulan ketiga 2025 mencapai Rp33,72 triliun, meningkat 11 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tumbuh signifikan hingga Rp3,88 triliun atau naik 44 persen.
Dari sisi makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,69 persen, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau dan menempati posisi kelima di Pulau Sumatera. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam kini berada di angka 83,3 poin, menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang terus membaik.
Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat kebersamaan dan sinergi dalam membangun Batam. Dengan gaya khasnya, ia menyelipkan humor yang langsung disambut tawa warga.
“Sudah saatnya kita membangun energi kolektif untuk kemajuan Batam. Karena hilal sudah nampak, Insya Allah sebentar lagi insentif cair,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan simbolis dari Wali Kota Batam kepada perwakilan masyarakat Belakang Padang, sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warga di pulau terdepan tersebut.





Tinggalkan Balasan