Tanjungpinang – Arus mudik Lebaran mulai terasa di Pelabuhan Sri Bintan Pura. Ratusan calon penumpang tampak memadati area keberangkatan kapal KM Sabuk Nusantara yang akan berlayar menuju sejumlah pulau tujuan, menjelang H-3 Idulfitri 1447 Hijriah.
Aktivitas keberangkatan tersebut terpantau di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Jalan Samudera No.1, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (18/3/2026).
Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Tanjungpinang, Putra Kencana, mengatakan sekitar 280 penumpang diberangkatkan menggunakan kapal KM Sabuk Nusantara menuju sejumlah pelabuhan di wilayah Kepulauan Riau hingga Bangka Belitung.
“Penumpang sekitar 280 orang. Tujuannya dari Tanjungpinang menuju beberapa pelabuhan seperti Dabo, Jagor, Pekajang sampai Belinyu sebagai pangkalan terakhir,” ujar Putra.

Menurutnya, kapal KM Sabuk Nusantara tetap beroperasi dengan jadwal pelayaran reguler tanpa penambahan perjalanan selama periode arus mudik. Hal itu karena rute kapal mencakup banyak pelabuhan singgah.
“Pelayaran Sabuk ini reguler dan tidak ada tambahan trip karena pelabuhannya cukup banyak, sehingga rutenya mengikuti jadwal yang sudah ada,” katanya.
Ia menjelaskan dalam satu perjalanan kapal melayani satu trip dari Tanjungpinang menuju pulau-pulau tujuan sebelum kembali lagi ke pangkalan. Secara keseluruhan, dalam satu bulan kapal KM Sabuk Nusantara melayani dua kali pelayaran menuju wilayah pulau hingga Belinyu.
Terkait kemungkinan penambahan armada selama arus mudik Lebaran, Putra memastikan hingga saat ini belum ada rencana penambahan kapal.
“Tidak ada penambahan kapal karena momennya sudah tidak bisa digeser lagi,” ujarnya.
Putra juga mengimbau calon penumpang membeli tiket secara resmi menggunakan identitas yang sesuai serta tidak memaksakan diri berangkat apabila kapasitas kapal telah terpenuhi.
Selain itu, penumpang diminta membawa barang secukupnya untuk menghindari potensi kehilangan maupun kendala selama perjalanan.
Ia menegaskan pihaknya terus mengawasi proses penjualan tiket untuk mencegah praktik percaloan.
“Kami selalu mengingatkan tim untuk menjaga integritas dan melakukan pengawasan. Setiap calon penumpang kami arahkan membeli tiket secara terbuka melalui aplikasi resmi agar tidak terjadi kecurangan,” ujarnya.
(kev)





Tinggalkan Balasan