Tanjungpinang — Kemarau panjang yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih mendorong Pemerintah Kota Tanjungpinang mengajak masyarakat menggelar Salat Istisqa’ sebagai upaya memohon turunnya hujan.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Kota Tanjungpinang, Minggu (29/03/2026) pukul 09.00 WIB.
Salat Istisqa’ akan digelar bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat umum.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan ajakan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama di tengah kondisi kemarau yang kian terasa.
“Di tengah kondisi kemarau yang kita rasakan saat ini, mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan dan diberikan kemudahan bagi masyarakat. Ini adalah ikhtiar bersama, baik secara lahir maupun batin,” ujarnya, Kamis (27/03/2026).
Ia menegaskan, upaya menghadapi kekeringan tidak hanya dilakukan melalui langkah teknis, tetapi juga perlu diiringi pendekatan spiritual dengan melibatkan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menyebut pemerintah terus melakukan penanganan di lapangan, termasuk distribusi air bersih ke wilayah terdampak.
“Pemerintah terus melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk penyaluran air bersih kepada masyarakat. Namun di sisi lain, kita juga perlu memperkuat ikhtiar batin melalui Salat Istisqa’ dengan harapan kondisi segera membaik,” katanya.
Ia turut mengajak masyarakat untuk hadir dan bermunajat bersama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan memohon turunnya hujan, sekaligus menjaga kebersamaan di tengah kondisi ini,” pungkasnya.
Dalam pelaksanaannya, Salat Istisqa’ akan dipimpin KH Najmuddin sebagai imam, sementara khutbah disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Dr H Erizal.
Pemerintah berharap, melalui ikhtiar bersama tersebut, kondisi cuaca dapat segera membaik dan ketersediaan air bersih kembali normal.





Tinggalkan Balasan