Ulasfakta – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menggelar kegiatan penanaman pohon secara simbolis di area Landmark Welcome to Batam, pada Kamis, 25 April 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan Kemenag RI, dengan target menanam satu juta pohon secara serentak di seluruh Indonesia.
Kepala Kantor Kemenag Batam, Budi Dermawan, menuturkan bahwa aksi penanaman ini merupakan bentuk nyata komitmen Kemenag dalam mengintegrasikan aspek spiritual dengan upaya pelestarian lingkungan, yang dikenal dengan konsep eko-teologi.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa mencintai alam adalah bagian dari ibadah. Merawat lingkungan berarti menjaga nikmat yang diberikan Allah, seperti udara yang kita hirup setiap hari,” ujarnya saat ditemui awak media.
Sekitar 2.000 bibit pohon ditanam di Batam, yang berasal dari berbagai sumber, termasuk Kemenag, rumah ibadah, madrasah, dan organisasi masyarakat. Sebanyak 200 orang peserta hadir langsung dalam kegiatan simbolis tersebut.
Budi menambahkan bahwa penanaman akan dilanjutkan di lingkungan rumah ibadah sebagai bentuk penegasan bahwa menjaga alam adalah perintah Tuhan yang harus dijalankan.
Pohon matoa dipilih sebagai tanaman unggulan karena memiliki manfaat ganda, yaitu mendukung penghijauan dan produksi oksigen sekaligus menghasilkan buah dengan nilai ekonomi.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, Zoftafia, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari konsep ‘Eko-Teologi’ yang digagas Menteri Agama RI. Mereka menargetkan penanaman 5.000 pohon matoa di seluruh Kepulauan Riau melalui berbagai satuan kerja Kemenag.
“Pohon matoa dipilih karena ramah lingkungan, bernilai ekonomi tinggi, dan merupakan tanaman asli Papua yang punya potensi besar. Kami juga mengajak jemaah haji untuk berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan di masyarakat,” kata Zoftafia.
Turut hadir dalam acara tersebut Staf Khusus Menteri Agama RI, Bunyamin M. Yafid, yang memberikan apresiasi kepada masyarakat Batam dan jajaran Kemenag Kepri atas dukungan mereka terhadap gerakan penanaman pohon ini.
“Pak Menteri berpesan bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ajaran agama. Tanggung jawab ini tidak hanya milik Kemenag, tetapi harus menjadi perhatian seluruh umat beragama,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan