Ulasfakta – Seorang mahasiswa sekaligus pekerja di kawasan Tiban, Kota Batam, Kepulauan Riau, bernama Putra, mengalami kejadian memilukan saat menjadi korban pembegalan bersenjata di Bundaran Bandara Hang Nadim, pada Kamis malam, 15 Mei 2025 sekitar pukul 22.00 WIB.
Putra yang sedang mengendarai sepeda motor bersama kekasihnya tiba-tiba dipepet oleh dua pria tak dikenal yang juga mengendarai sepeda motor. Salah satu pelaku langsung mengacungkan pistol ke arah Putra, sementara rekannya membawa senjata tajam. Dalam situasi terancam nyawa, pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Vario 160 warna hitam doff milik Putra, beserta dua ponsel (Samsung dan iPhone XR) serta sebuah laptop gaming.
Adik korban mengungkapkan, “Abang baik-baik saja, tapi semua barang bawaannya diambil pelaku,” saat ditemui di rumah mereka di Perumahan BSI Belian, Batam Kota, Jumat, 16 Mei 2025.
Keluarga menyatakan Putra sering pulang malam karena harus bekerja usai kuliah. Malam itu, setelah makan bersama pacarnya, Putra menjadi sasaran kejahatan di jalanan yang sepi dan gelap.
Respons Cepat Tim Samapta Polda Kepri Tangkap Pelaku
Tim Patroli Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kepri bertindak cepat dengan menangkap dua pelaku begal tersebut di wilayah hukum Polresta Barelang pada malam yang sama.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, laporan dari korban diterima SPKT pukul 23.45 WIB. Petugas segera bergerak menuju lokasi berdasarkan pelacakan ponsel yang berhasil dilakukan korban.
“Berdasarkan pelacakan ponsel korban, tim langsung mendatangi sebuah rumah di Perumahan Cipta Mandiri, Batam,” jelas Pandra dalam konferensi pers Jumat, 16 Mei 2025.
Di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan dan mengidentifikasi pemilik rumah sebagai pelaku yang sedang dicari. Dalam waktu singkat, kedua tersangka berhasil ditangkap bersama barang bukti berupa pistol mainan, senjata tajam, sepeda motor, laptop, dan dua ponsel milik korban.
Kedua pelaku kini sudah diserahkan ke Satreskrim Polresta Barelang untuk proses hukum selanjutnya. Korban juga ikut serta dalam proses pelacakan bersama petugas.
Pandra menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kesiapan dan kecepatan respons kepolisian serta pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala tindak kriminal melalui Call Center 110, kantor polisi terdekat, atau melalui layanan Super Apps Polri untuk pengaduan cepat.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk menciptakan wilayah Kepri yang aman dan nyaman,” tutup Pandra.




Tinggalkan Balasan