Tanjungpinang Sejumlah kendaraan di Kota Tanjungpinang dilaporkan mengalami gangguan pada sistem bahan bakar dan mesin.

Dugaan tersebut disampaikan oleh seorang montir bengkel yang enggan disebutkan identitas maupun lokasi bengkelnya, saat diwawancarai pada Rabu (31/12/2025).

Montir tersebut mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya menangani banyak kendaraan dengan keluhan serupa, mulai dari mesin terasa berat, tenaga menurun, hingga muncul suara tidak normal dari mesin.

“Sekali kena, biasanya langsung kena semua. Kejadiannya hampir sama. Ada pelanggan dari daerah Trikora, ada juga satu mobil dari daerah Uban. Tapi saya tidak tahu mobil itu isi BBM di SPBU mana,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pihak bengkel tidak dapat memastikan di mana kendaraan tersebut mengisi BBM, karena bengkel hanya menangani kendaraan yang sudah mengalami kerusakan.

Hasil pemeriksaan montir, filter bahan bakar terlihat menghitam, sementara bensin yang dikuras tampak tidak jernih | Foto: Kev/ulf

Dalam catatan bengkel, sejumlah kendaraan dengan merek berbeda masuk dengan kasus serupa, di antaranya Honda Brio, Toyota Innova, Avanza, Raize, dan Rush. Beberapa kendaraan bahkan mengalami kerusakan berulang meskipun komponen telah diganti.

“Awalnya saya kira pompa bensin. Pompa sudah diganti, tapi dua hari kemudian rusak lagi. Waktu dibongkar, filternya lengket dan kotor. Saya tidak menuduh bensin, tapi kecurigaan saya memang mengarah ke situ,” katanya.

Menurutnya, mayoritas kendaraan yang ditangani menggunakan BBM jenis Pertalite. Dari hasil pemeriksaan, filter bahan bakar terlihat menghitam, sementara bensin yang dikuras tampak tidak jernih.

Biaya perbaikan yang harus dikeluarkan pemilik kendaraan bervariasi, mulai dari sekitar Rp1 juta hingga Rp1,56 juta, tergantung tingkat kerusakan yang dialami.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh seorang pelanggan yang berprofesi sebagai pengemudi taksi pelabuhan di Tanjungpinang.

Pelanggan yang enggan disebutkan namanya itu mengaku mobil miliknya telah dua kali masuk bengkel akibat gangguan yang sama.

“Sudah dua kali mobil saya diperbaiki. Yang pertama kemarin habis Rp1,2 juta, sekarang nambah lagi Rp500 ribu. Saya pakai Pertalite terus,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, terakhir kali mengisi BBM di wilayah Batu 3, Tanjungpinang. Menurutnya, setelah digunakan selama dua hari, filter bahan bakar kembali berlendir dan berubah warna.

“Kalau pakai filter saringan ini, dua hari sudah berlendir. Kalau dipakai lebih lama, warnanya jadi kuning. Terakhir saya beli bensin di Batu 3, pagi-pagi sekitar jam setengah delapan,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga dialami oleh pengemudi lain. Namun dirinya tidak berani menyampaikan keluhan secara langsung ke pihak SPBU karena tidak memiliki bukti pembelian berupa struk.

“Bukan saya saja yang kena, yang lain juga. Tapi saya tidak berani komplain karena beli bensin tidak pakai struk,” tutupnya.

(kev)