Ulasfakta.co – Seorang nelayan bernama Mahyudin (49), warga Kampung Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, mengalami serangan buaya saat hendak mengambil pompong miliknya di tengah laut pada Senin malam, 26 Mei 2025, sekitar pukul 22.45 WIB.

Menurut Kepala Desa Penaga, Hamrudin, Mahyudin berjalan kaki sambil berenang menuju pompongnya yang terletak tidak jauh dari Pelantar Tanah Merah. Di tengah perjalanan, seekor buaya berukuran sekitar 8 meter tiba-tiba menerkam kaki kanannya dan menyeretnya ke dalam air. Mahyudin berusaha keras melawan dengan mencolok mata buaya, sehingga hewan buas itu melepaskan cengkeramannya. Namun, saat Mahyudin berhasil merangkak naik ke tangga pelantar, buaya yang sama kembali menyerang dan menggigit kaki kirinya. Beruntung, sejumlah warga yang melihat kejadian itu segera datang membantu dan menyelamatkannya.

Akibat serangan tersebut, kedua kaki Mahyudin mengalami luka serius. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) di Tanjungpinang untuk mendapatkan perawatan intensif. Direktur RSUD RAT, dr. Bambang Utoyo, menyatakan bahwa Mahyudin menjalani operasi pada betis kaki kiri dan kanan yang mengalami luka robek besar, serta sebagian paha kiri yang juga terluka. Setelah operasi, kondisi Mahyudin dilaporkan stabil dan membaik.

Kepala Desa Hamrudin mengimbau warga agar selalu membawa penerangan dan tidak pergi ke laut sendirian, terutama pada malam hari, untuk menghindari kejadian serupa. Ia juga menyarankan agar warga berhati-hati dan waspada terhadap potensi ancaman buaya di perairan sekitar.

Kapolsek Teluk Bintan, Iptu Syamsuriya, menambahkan bahwa kemunculan buaya yang menyerang nelayan di Kampung Tanah Merah menimbulkan ancaman bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pesisir. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman buaya, serta tidak membuang limbah ketam atau ikan di laut karena hal tersebut dapat menarik perhatian buaya untuk mendekati permukiman warga.

Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir untuk selalu waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan saat beraktivitas di laut, guna menghindari serangan hewan buas seperti buaya.