Ulasfakta – Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, terus berupaya keras agar akses internet dapat menjangkau seluruh wilayah, meskipun masih ada sejumlah daerah yang belum terlayani dengan baik.
Dari total 17 kecamatan di Natuna, beberapa wilayah belum menikmati layanan internet yang memadai. Salah satu faktor utama adalah penghentian kontrak layanan internet oleh BAKTI Kominfo sebagai langkah efisiensi anggaran, yang berimbas pada berbagai fasilitas publik di Natuna.
Akibat kebijakan tersebut, jaringan internet di dua kantor camat, 36 kantor desa, dua puskesmas, dan 39 sekolah mengalami pemutusan layanan. Selain itu, ada 11 desa yang kini menjadi blank spot akibat tidak berfungsinya menara BTS.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Natuna, H. Ikhwan Solihin, mengakui kondisi ini dan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh masyarakat Natuna mendapatkan akses internet yang merata.
“Daerah yang paling terdampak adalah Midai dan Pulau Laut, di mana kondisi jaringan sangat memprihatinkan,” kata Ikhwan saat dihubungi, Kamis 22 Mei 2025.
Sebagai langkah konkret, Diskominfo Natuna sudah melakukan pertemuan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkondigi) guna membahas solusi terbaik untuk permasalahan ini.
Ikhwan menjelaskan, kementerian merespons dengan positif dan tengah mendorong kehadiran penyedia layanan internet swasta untuk memperluas jaringan di Natuna.
“Kami telah menyampaikan langsung keluhan masyarakat ke kementerian, dan insyaallah akan ada upaya mendatangkan provider swasta ke Natuna,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan