Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang diingatkan tak hanya aktif dalam rapat, namun harus benar-benar bergerak di lapangan dalam mengendalikan inflasi, termasuk memperketat pengawasan obat dan makanan yang beredar di masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Pemko Tanjungpinang secara hybrid di Ruang Rapat Asisten II Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin (6/4/2026).

Rakor tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, bersama Kepala BPOM dan Kepala BPS serta melibatkan kementerian dan pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Tomsi menegaskan pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan secara normatif. Pemerintah daerah dituntut menjadi ujung tombak yang benar-benar bekerja di lapangan.

“Pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang, terutama kebutuhan pokok masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya harga bahan pokok, pengawasan obat dan makanan juga menjadi sorotan serius. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan lemahnya pengawasan di daerah bisa berdampak langsung ke masyarakat.

“Tanpa dukungan pemerintah daerah, pengawasan obat dan makanan tidak akan berjalan efektif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, membeberkan tekanan inflasi masih didominasi sektor pangan.

“Inflasi Maret 2026 secara bulanan 0,41 persen dan secara tahunan 3,48 persen. Penyumbang utamanya kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri, memastikan Pemko akan menindaklanjuti dengan langkah konkret.

“Kami akan memperkuat TPID, meningkatkan pemantauan harga, serta mempererat sinergi dengan BPOM dan instansi terkait,” ujarnya.

Pemko juga akan mendorong operasi pasar dan penguatan komunikasi publik agar stabilitas harga tetap terjaga.

“Langkah ini kami arahkan agar pengendalian inflasi tidak hanya sebatas rapat, tetapi benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.