Tanjungpinang – Kurang dari satu hari setelah Harsalena (58) ditemukan tewas di rumahnya, aparat kepolisian memastikan terduga pelaku yang diduga merupakan suami korban telah diamankan. Penangkapan disebut dilakukan hanya berselang tiga jam usai peristiwa berdarah tersebut terjadi.

Kasus pembunuhan yang mengguncang warga Perumahan Bintan Permata Indah, Jalan Ganet, Blok Bougenvile 9, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB atau bertepatan dengan azan Isya itu kini memasuki tahap penyelidikan lebih lanjut.

Kanit Jatanras Polresta Tanjungpinang, Iptu Freddy Simanjuntak, membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi wartawan. Namun ia belum bersedia membeberkan detail perkara dan meminta awak media menunggu rilis resmi.

“Besok kita sampaikan,” ujarnya singkat.

Saat ditanya mengenai lokasi pengamanan, Freddy menyebut terduga pelaku diamankan di wilayah Bintan.

“Diamankan di Bintan. Nanti aja ya, nanti,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa proses penangkapan berlangsung cepat.

“Tiga jam setelah kejadian,” jawabnya.

Di tengah penyelidikan, isu lain berkembang di masyarakat, termasuk dugaan korban mengalami mutilasi. Saat dimintai konfirmasi mengenai kabar tersebut, Freddy kembali menegaskan pihaknya akan memberikan penjelasan resmi.

“Besok kita sampaikan,” katanya.

Beragam pertanyaan turut diarahkan kepada penyidik, termasuk terkait aktivitas pelaku saat diamankan. Namun jawaban yang diberikan tetap sama.

“Besok kita jelaskan,” ucapnya.

Ketika disinggung apakah terduga pelaku merupakan sosok yang pernah terseret kasus pembunuhan terhadap seorang janda pada 2017 silam, Freddy memberikan jawaban singkat.

“Begitulah demikian.”

Jawaban tersebut memunculkan perhatian publik, mengingat adanya dugaan keterkaitan dengan kasus lama. Meski demikian, kepolisian belum menyampaikan penjelasan resmi terkait riwayat hukum terduga pelaku.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban ditemukan tewas di dalam rumahnya setelah anaknya merasa curiga karena sang ibu tak kunjung ditemukan menjelang waktu berbuka puasa. Kecurigaan mengarah kepada suami korban setelah ditemukan bercak darah di ruang tamu serta adanya pengakuan yang disampaikan kepada tetangga.

Peristiwa yang terjadi saat azan Isya di bulan Ramadan itu menyisakan duka dan trauma bagi warga sekitar. Hingga kini, masyarakat masih menunggu kepastian mengenai motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.

Pihak kepolisian dijadwalkan memberikan keterangan resmi dalam waktu dekat.

Ulasfakta.co akan terus mengikuti perkembangan kasus ini.

(Kev)