Tanjungpinang — Kecelakaan keras mobil vs sepeda motor di KM 13 Tugu Tangan, Rabu pagi, membuat seorang pengendara mengalami patah pada kedua kaki dan kini terbaring lemas di ruang IGD RSUD Raja Ahmad Tabib.

Peristiwa itu terjadi di KM 13 Tugu Tangan, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Korban diketahui bernama Bambang Irawan (43). Di ruang perawatan, kondisinya memprihatinkan. Ia terbaring tak berdaya, kedua tangan terpasang infus, sementara kakinya dipasangi alat penyangga. Korban lebih banyak memejamkan mata, menahan rasa sakit akibat benturan keras.

Korban mengendarai sepeda motor Honda BP 6242 CB saat terlibat tabrakan dengan mobil pribadi.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD RAT Tanjungpinang, dr Darfius, mengatakan korban masih dalam penanganan intensif dengan kondisi sadar namun mengalami cedera serius.

“Pasien sadar, tetapi mengalami patah pada kedua kaki dan akan segera dilakukan tindakan operasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat tiba di rumah sakit, korban mengalami nyeri hebat disertai mual, sesak napas, sempat pingsan hingga kejang.

Selain itu, ditemukan luka robek di bibir bawah dan dada, pembengkakan pada paha kanan, luka gores di lutut kiri, serta nyeri pada tangan kanan.

“Penanganan dilakukan oleh tim dokter sesuai kondisi cedera. Dalam waktu dekat akan dilakukan operasi,” kata Darfius.

Insiden ini langsung menyita perhatian publik setelah video kejadian beredar luas di media sosial.

Rekaman berdurasi 1 menit 46 detik itu memperlihatkan situasi pascakecelakaan, saat korban sudah dalam proses evakuasi dan arus lalu lintas mulai tersendat.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tanjungpinang, Iptu Wery Wilson Marbun, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan penyelidikan masih berjalan.

“Kendaraan sudah diamankan, dan kami masih melakukan olah TKP,” ujarnya.

Saksi di lokasi, Hasna, menyebut korban merupakan pengendara tunggal yang langsung dilarikan ke rumah sakit setelah kejadian.

“Pas saya sampai, korban sudah dibawa. Motornya rusak,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai belasan juta rupiah. Kemacetan sempat terjadi karena pengendara memperlambat laju untuk melihat lokasi kecelakaan.