Tanjungpinang — Sikap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, menuai sorotan setelah menanggapi dugaan BBM bermasalah di sejumlah SPBU dengan jawaban yang dinilai tidak substantif dan cenderung menghindar dari pokok persoalan, pada Jumat sore (2/1).

Saat dimintai tanggapan oleh Wartawan Ulasfakta melalui sambungan telepon WhatsApp terkait informasi gangguan kendaraan yang diduga berkaitan dengan BBM, Riany justru mempertanyakan ulang dasar informasi yang disampaikan wartawan.

“Apa ceritanya? Penemuan apa? Apa yang ditemukan?” ujar Riany, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai langkah pengawasan atau tindak lanjut dari instansinya.

Wartawan Ulasfakta menjelaskan bahwa informasi tersebut diperoleh dari sebuah bengkel di Tanjungpinang yang menangani banyak kendaraan dengan keluhan serupa. Namun, jawaban Riany kembali dinilai normatif dan tidak menyentuh substansi.

“Terus kenapa? Ceritanya apa sebenarnya? Informasi dari siapa? Tentang apa?” ucapnya.

Bahkan ketika informasi tersebut mengarah pada dugaan keterkaitan dengan SPBU, Riany kembali mempertanyakan tanpa memberikan klarifikasi atau sikap institusional.

“Kenapa SPBU, kenapa?” katanya singkat.

Respons tersebut dinilai menunjukkan minimnya empati dan kepekaan terhadap keluhan masyarakat, terutama di tengah meningkatnya biaya perbaikan kendaraan yang harus ditanggung warga.

Alih-alih menyampaikan langkah antisipatif atau koordinasi dengan pihak terkait, jawaban yang disampaikan justru berulang pada pertanyaan balik kepada wartawan.

Padahal, sebagai instansi yang membidangi perdagangan dan pengawasan distribusi, Disdagin diharapkan bersikap proaktif dalam merespons informasi awal yang berpotensi merugikan konsumen, meskipun masih bersifat dugaan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan lanjutan dari Disdagin Kota Tanjungpinang terkait rencana pengecekan lapangan, koordinasi dengan Pertamina, maupun mekanisme pengaduan resmi bagi masyarakat yang merasa dirugikan.

Hasil pemeriksaan montir, filter bahan bakar terlihat menghitam, sementara bensin yang dikuras tampak tidak jernih | Foto: Kev/ulf

Sebelumnya, sejumlah kendaraan di Kota Tanjungpinang dilaporkan mengalami gangguan pada sistem bahan bakar dan mesin.

Dugaan tersebut disampaikan oleh seorang montir bengkel yang enggan disebutkan identitas maupun lokasi bengkelnya, saat diwawancarai pada Rabu (31/12/2025).

Montir tersebut mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya menangani banyak kendaraan dengan keluhan serupa, mulai dari mesin terasa berat, tenaga menurun, hingga muncul suara tidak normal dari mesin.

“Sekali kena, biasanya langsung kena semua. Kejadiannya hampir sama. Ada pelanggan dari daerah Trikora, ada juga satu mobil dari daerah Uban. Tapi saya tidak tahu mobil itu isi BBM di SPBU mana,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pihak bengkel tidak dapat memastikan di mana kendaraan tersebut mengisi BBM, karena bengkel hanya menangani kendaraan yang sudah mengalami kerusakan.

Dalam catatan bengkel, sejumlah kendaraan dengan merek berbeda masuk dengan kasus serupa, di antaranya Honda Brio, Toyota Innova, Avanza, Raize, dan Rush. Beberapa kendaraan bahkan mengalami kerusakan berulang meskipun komponen telah diganti.

“Awalnya saya kira pompa bensin. Pompa sudah diganti, tapi dua hari kemudian rusak lagi. Waktu dibongkar, filternya lengket dan kotor. Saya tidak menuduh bensin, tapi kecurigaan saya memang mengarah ke situ,” katanya.

Menurutnya, mayoritas kendaraan yang ditangani menggunakan BBM jenis Pertalite. Dari hasil pemeriksaan, filter bahan bakar terlihat menghitam, sementara bensin yang dikuras tampak tidak jernih.