Oleh : Bidang Advokasi dan Kajian Publik Periode 2026/2027
Batam mengalami pemadaman listrik yang terjadi pada senin (12/10/2026). Tidak hanyamengalami pemadaman listrik, Batam juga mengalami krisis air bersih hingga akses internet yang sulit untuk dijangkau. Pemadaman listrik terjadi lebih dari 16 jam sejak pagi hari pada pukul 06.30 WIB, PT PLN Batam menduga bahwa adanya gangguan listrik yang disebabkan oleh masuknya hewan liar kedalam area Gardu Induk Sungai Harapan.
“Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan” ujar Rudi, Sekertaris PT PLN Batam.
Pemadaman listrik di Batam mengganggu aktivitas Masyarakat, mulai dari sekolah Online (daring), pekerja pabrik yang dipulangkan lebih awal, jalanan menjadi macet, serta aktivitas UMKM yang terhambat. Tempat tempat umum, seperti mall, hotel, dan tempat tongkrongan ramai didatangkan Masyarakat untuk mengungsi sekedar mengisi daya alat elektronik dan mencari jaringan.
Pemadaman listrik ini berdampak juga pada pengelolahan air di Batam, instalasi pengelolahan air membutuhkan pasokan listrik untuk menjalankan produksi dan juga distribusi air kepada masyarakat. untuk menangani masalah tersebut BP Batam bersama mitra berupaya memaksimalkaan oprasional pengelolahan air atau Water Treatment Plant menggunakan generator set (genset) Namun, kapasitas produksi air masih belum dapat berjalan secara optimal.
Selain berdampak pada oprasional pengelolahan air, pemadaman listrik yang terjadi di Batam juga berdampak pada gangguan jaringan komunikasi dan internet.
Kondisi ini juga menghambat aktivitas Masyarakat yang bergantung pada koneksi internet, seperti pekerjaan jarak jauh, transaksi digital serta komunikasi sehari hari.
Gangguan yang terjadi bersaman di batam mulai dari listrik, air bersih dan juga jaringan
menunjukkan bahwa pemulihan pasokan listrik menjadi penting agar operasional layanan publik lainnya dapat kembali berjalan secara normal. Dalam situasi saat ini penanganan gangguan tidak hanya berfokus pada pemulihan pasokan listrik tetapi juga pada penyediaan air bersih dan kestabilan jaringan komunikasi dan internet.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kota Batam, Nora Rewanta Simamora menegaskan bahwa gangguan yang terjadi pada layanan listrik, air bersih dan jaringan komunikasi membutuhkan penanganan yang terkoordinasi.
“PT PLN Batam perlu memastikan pemulihan pasokan listrik, sementara pengelola layanan air bersih serta operator telekomunikasi diharapkan memastikan distribusi air serta jaringan komunikasi dan internet kembali berfungsi secara normal. Selain itu, Pemerintah Kota Batam harus berperan aktif dalam mengoordinasikan penanganan, memastikan keterbukaan informasi kepada masyarakat, serta mengawasi pemulihan layanan tersebut.” Ujar Nora Rewanta Simamora
HMKB menilai bahwa kejadian ini menjadi pengingat pentingnya penanganan gangguan pada layanan dasar Masyarakat. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan listrik, air bersih, dan jaringan komunikasi merupakan kebutuhan yang saling berkaitan dan berpengaruh
terhadap kelancaran aktivitas Masyarakat Batam.
“Jangan biarkan masyarakat terus menanggung dampak tanpa kepastian. Setiap pihak harus menjalankan tanggung jawabnya dan memberikan solusi nyata atas gangguan yang terjadi,” tutup Nora Rewanta Simamora, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kota Batam (HMKB).




Tinggalkan Balasan